Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Pakar UGM: Covid-19 Varian Delta Bisa Turunkan Sistem Imun

Pendidikan Virus Korona Riset dan Penelitian covid-19 UGM
Arga sumantri • 15 Juni 2021 13:38
Yogyakarta: Covid-19 varian B. 1617.2 atau delta telah merebak di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Hal tersebut dipastikan dari hasil pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) yang dilakukan Kelompok Kerja (Pokja) Genetik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM). 
 
Ketua Pokja Genetik FKKMK UGM Gunadi menjelaskan dari 34 sampel yang diperiksa, 28 di antaranya terkonfirmasi sebagai varian delta. Melihat kasus yang terjadi di Kudus, kata dia, menunjukkan kemungkinan besar adanya transmisi lokal varian delta. 
 
"Sebelumnya sudah terdeteksi beberapa kasus, namun bersifat acak, dan sekarang sudah menjadi klaster di daerah Kudus. Artinya, kemungkinan besar sudah terjadi transmisi lokal di Indonesia, khususnya di Kudus. Tidak menuntup kemungkinan transmisi lokal juga keluar dari Kudus," papar Gunadi mengutip siaran pers UGM, Selasa, 15 Juni 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Gunadi mengatakan varian delta telah ditetapkan WHO sebagai Variant of Concern (VoC) pada 31 Mei 2021, karena berdampak besar terhadap kesehatan masyarakat secara global. Varian ini dinilai memenuhi satu atau lebih dari tiga dampak yang ditimbulkan yakni daya transmisi, tingkat keparahan pasien, dan memengaruhi sistem imun manusia.
 
Baca: Pakar Unair Jelaskan Peluang Varian Baru Covid Menginfeksi Penerima Vaksin
 
Varian delta telah terbukti menimbulkan dua dampak yaitu lebih cepat menular dan mampu memengaruhi respons sistem imun manusia. Transmisi yang begitu cepat telah terlihat pada kasus di India dan Kudus itu sendiri. 
 
"Varian delta ini bisa menurunkan respons sistem imun kita terhadap infeksi covid-19, baik respons imun yang ditimbulkan oleh infeksi alamiah maupun vaksin," urainya.
 
Gunadi meminta masyarakat untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes), mengingat dampak yang ditimbulkan varian delta cukup serius. Hal tersebut berlaku bagi seluruh masyarakat di Tanah Air, termasuk yang telah melakukan vaksinasi. Sebab, re-infeksi covid-19 masih bisa terjadi setelah divaksin.
 
"Prokes harus diperketat. Meski sudah vaksin prokes tidak boleh longgar," tegasnya.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif