Direktur Utama Rumah Sakit UI (RSUI) dr. Astuti Giantini. Foto: ANT/Humas UI
Direktur Utama Rumah Sakit UI (RSUI) dr. Astuti Giantini. Foto: ANT/Humas UI

Pertama di Indonesia, UI Riset 'Klopidogrel' Obat Pencegah Serangan Jantung

Pendidikan inovasi Pendidikan Tinggi Riset dan Penelitian Universitas Indonesia
Antara • 22 Juni 2021 21:30
Depok:  Direktur Utama Rumah Sakit UI (RSUI), Astuti Giantini melakukan riset yang pertama kali di Indonesia tentang resistensi obat klopidogrel.  Riset ini dilakukan untuk meraih gelar doktor di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).
 
"Klopidogrel adalah obat yang digunakan untuk membantu mencegah serangan jantung dan stroke pada pasien penyakit jantung," kata Astuti Giantini dalam keterangannya, Selasa, 22 Juni 2021.
 
FKUI mengadakan sidang promosi doktor atas nama dr. Astuti Giantini, Sp.PK, MPH. dengan disertasi berjudul “Peran Faktor Genetik dan Epigenetik Terkait Resistensi Klopidogrel terhadap Kejadian Kardiovaskular Mayor pada Pasien Sindrom Koroner Akut Pasca Intervensi Koroner Perkutan".

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada sidang tersebut, Astuti memaparkan tentang faktor-faktor pembentuk resistensi klopidogrel pada pasien yang telah melakukan Intervensi Koroner Perkutan (IKP). IKP adalah tahap kateterisasi jantung, yaitu penyisipan selang kateter ke dalam arteri koroner jantung.
 
Menurutnya, salah satu faktor utama yang mempengaruhi kejadian serangan jantung pada diri seseorang adalah jumlah leukosit (sel darah putih). Leukosit dapat dianggap sebagai penanda inflamasi (peradangan) pada kondisi kesehatan jantung seseorang.
 
Jumlah leukosit yang tinggi dapat berakibat pada penurunan respons terhadap upaya terapi pengencer darah seperti klopidogrel, penurunan aliran darah ke jantung, pengentalan darah, dan penurunan fungsi jantung.
 
Baca juga:  Dosen UNAIR Bagikan Tips Menulis Karya Ilmiah yang Baik
 
Selain itu, rokok merupakan salah satu faktor pembentuk resistensi klopidogrel. Rokok memicu peningkatan kerja isoenzim pada diri seseorang, sehingga resistensi klopidogrel lebih tinggi pada kelompok tidak merokok dibandingkan dengan kelompok perokok.
 
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif