Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud, Wikan Sakarinto. Foto: Zoom
Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud, Wikan Sakarinto. Foto: Zoom

Rp25,5 Miliar Disiapkan untuk Danai Riset Terapan, Begini Cara Mendapatkannya

Pendidikan Kenaikan PPh lpdp Pendidikan Tinggi Pendidikan Vokasi Riset dan Penelitian Perguruan Tinggi
Citra Larasati • 23 Juni 2021 16:12
Jakarta:  Direktorat Pendidikan Vokasi (Ditjen Vokasi) Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menyiapkan dana sebesar Rp25,5 miliar untuk mendukung program Riset Keilmuan Terapan Dalam Negeri-Dosen di Kampus Vokasi.
 
Dirjen Pendidikan Vokasi, Kemendikbudristek, Wikan Sakarinto mengatakan bahwa pihaknya bersama LPDP berkomitmen untuk mempermudah persyaratan yang bersifat administratif dan lebih mengutamakan output riset terapan dalam negeri-dosen di kampus vokasi. Program ini akan berjalan selama 10 bulan dengan dana usulan maksimal Rp500 juta untuk setiap proposal.
 
"Adapun total proposal yang nantinya akan didanai adalah 51 usulan," ungkap Wikan saat Peluncuran program 'Riset Keilmuan Terapan Dalam Negeri-Dosen di Kampus Vokasi' yang digelar secara daring, Rabu, 23 juni 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Program ini juga menyediakan dua skema yang dapat diajukan oleh para pendaftar. Pertama adalah skema A, yakni pengembangan riset terapan dari permasalahan nyata di DUDI dan masyarakat.
 
Baca juga: Kemendikbudristek-LPDP Luncurkan Program Riset Terapan untuk Dosen Vokasi
 
Luaran atau output yang diharapkan berupa peningkatan produktivitas, akurasi, efisiensi dan efektivitas dapat berbentuk produk, model, prototipe, naskah akademik, model tata kelola, usulan kebijakan yang dikembangkan berdasarkan temuan dan atau masalah di lapangan, baik di Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) maupun di masyarakat.
 
Kedua adalah skema B, yakni pengembangan riset terapan lanjutan atau riset pengembangan yang dikembangkan dari perolehan Kekayaan Intelektual (KI) sebelumnya oleh PTPPV dan atau DUDI dengan mengacu pada kebutuhan industri dan masyarakat yang memiliki nilai ekonomi dan sosial.
 
Berbeda dari program-program yang diluncurkan oleh Kemendikbudristek lainnya, pendanaan riset keilmuan terapan ini tidak terbatas pada berakhirnya tahun anggaran. "Hal ini membuat periset lebih leluasa dalam melaksanakan risetnya," terangnya.
 
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif