Ilustrasi batik. Dok Humas Undip.
Ilustrasi batik. Dok Humas Undip.

Mahasiswa Undip Ciptakan Alat Pengolah Limbah Batik Metode Ozonasi

Pendidikan Riset dan Penelitian Perguruan Tinggi UNDIP
Arga sumantri • 12 Mei 2021 16:03
Semarang: Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) merancang alat pengolah limbah batik yang efektif dan pengoperasiannya mudah, serta murah. Alat ini dibuat sebagai upaya mencegah limbah hasil produksi batik mencemari lingkungan.
 
Tiga mahasiswa Undip yang mengembangkan alat ini yakni Susilo Hadi, Farhan Rifqi Kotsara dan Muhammad Arsya Kaukabi. Mereka membuat pengolah limbah batik yang dinamakan Tank of Batik Waste  (TOBAT). Konsep tersebut bahkan mendapat pengakuan sebagai karya terpilih dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 33 tahun 2020.
 
Susilo Hadi mengungkapkan Tank of Batik Waste adalah sebuah konsep teknologi dengan menggunakan micro bubbles ozone dan thin film catalyst ZnO untuk menjawab problematika penanganan limbah batik. Proses ozonasi dinilai lebih efektif mendegradasikan zat warna dan meminimalisasi zat sisa endapan limbah batik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Teknologi ini berangkat dari fakta, kalau pengolahan limbah bisa dilakukan dengan ozonasi. Ozone (O3) dapat dimanfaatkan sebagai oksida kimia yang bisa membunuh bakteri, menghilangkan zat warna, dan mengurangi senyawa berbahaya," terang Susilo mengutip siaran pers Undip, Rabu, 12 Mei 2021.
 
Menurut dia, pengolahan limbah dengan metode ozonasi adalah alternatif yang menjanjikan, karena relatif murah dibandingan dengan metode lain. Ozonasi dapat ditingkatkan efisiensinya dengan memakai micro bubbles ozone, yakni gelembung ozon berukuran micro yang secara signifikan dapat meningkatkan kelarutan gas di dalamnya. Micro bubbles ozone berperan untuk meratakan kontak oksida kimia dengan limbah yang diolah.
 
Baca: Banapeel, Deteksi Kanker Payudara Lewat Olahan Kulit Pisang
 
Untuk menyempurnakan proses pengolahan limbah, Susilo dan tim juga menggunakan fitur lain, yakni dengan Fotokatalis Lapis Tipis ZnO. Fitur ini adalah senyawa ZnO yang saat terkena sinar ultra violet (UV) yang bisa menghasilkan radikal hidroksil lebih kuat, dan mampu mereduksi nilai Biological Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD) pada limbah tanpa menghasilkan zat tersisa.
 
Cara kerja Tank of Batik Waste Undip yaitu limbah cair batik dimasukkan dalam tanki yang berkapasitas 8 liter, konsentrasi 100 ppm, dan luasan lapis tipis ZnO 3 x 8 sentimeter persegi. Alat ini mampu mengolah limbah selama 240 menit dan mampu mereduksi kadar BOD, COD, TSS (Total Suspended Solid) atau total padatan tersuspensi; serta PH atau derajat keasaman limbah sesuai dengan standar baku mutu yang ditetapkan.
 
Karena tingkat efisiensi dan efektivitasnya, alat pengolah limbah yang coba dipopuperkan dengan sebuat TOBAT ini cukup potensial untuk dikembangkan lebih lanjut atau dihilirisasikan. Beberapa keunggulan yang dimiliki di antaranya biaya pembuatan dan biaya operasional yang murah. 
 
Selain itu, tidak menghasilkan sisa endapan padat, dan kemampuannya memenuhi baku mutu terukur. Cara pengoperasiannya yang mudah membuat temuan ini menarik untuk ditindak-lanjuti.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif