Menristek Bambang Brodjonegroro.
Menristek Bambang Brodjonegroro.

April 2021, Indonesia Diprediksi Punya Prototipe Vaksin Covid-19

Pendidikan Virus Korona Riset dan Penelitian
Antara • 27 Mei 2020 22:58
Jakarta: Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Bambang Brodjonegoro mengatakan, proses pembuatan prototipe vaksin covid-19 saat ini masih di tahap awal. Yaitu mengembangkan protein rekombinan dari virus SARS-CoV-2 penyebab virus corona jenis baru itu.
 
"Saat ini sedang dalam tahap mengembangkan protein rekombinan," kata Menristek/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang, dikutip dari Antara, Rabu, 27 Mei 2020.
 
Dari perkiraan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, prototipe vaksin bisa dihasilkan dalam waktu setahun sejak Maret 2020, sehingga diperkirakan sekitar Maret atau April 2021 prototipe vaksin covid-19 sudah ada.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Prototipe vaksin itu kemudian diujikan ke manusia pada tahap uji klinis. Setelah lolos tahap uji klinis, vaksin akan diproduksi secara massal oleh industri yang dalam hal ini PT Biofarma.
 
Baca juga:Menristek Optimistis Peneliti Indonesia Mampu Temukan Vaksin Covid-19
 
Pengadaan vaksin covid-19 akan ditangani Kementerian Kesehatan sehingga vaksin bisa digunakan masyarakat Indonesia. Pengembangan vaksin covid-19 menjadi salah satu target Konsorsium Riset dan Inovasi covid-19 yang dibentuk Kementerian Riset dan Teknologi.
 
Riset dan pengembangan vaksin dipimpin Lembaga Biologi Molekuler Eijkman yang beranggotakan beberapa perguruan tinggi, lembaga penelitian, seperti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), serta industri yakni PT Biofarma.
 
Protein rekombinan yang dikembangkan di Indonesia adalah protein yang bisa mewakili protein S atau spike dan protein N atau nukleokapsid dari virus SARS-CoV-2 yang bersirkulasi di Indonesia.
 
Untuk bisa mendapatkan protein rekombinan yang sesuai, Lembaga Biologi Molekuler Eijkman mulai memperbanyak pengurutan genom (whole genom sequencing) dari virus SARS-CoV-2 yang beredar di Indonesia. Selain Lembaga Eijkman, Universitas Airlangga turut melakukan whole genom sequencing.
 
Sejauh ini, Lembaga Eijkman telah mengumpulkan tujuh hasil pengurutan genom virus SARS-CoV-2 yang beredar di Indonesia, sedangkan Universitas Airlangga mengumpulkan dua hasil whole genom sequencing ke GISAID.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif