Tumbuhan paku jenis baru. Foto: Branda Antaranews.
Tumbuhan paku jenis baru. Foto: Branda Antaranews.

Peneliti BRIN Identifikasi Tumbuhan Paku Jenis Baru di Papua Nugini

Antara • 06 Januari 2022 21:14
Jakarta: Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengidentifikasi tumbuhan paku jenis baru, Deparia stellata. Tumbuhan ini tumbuh di pedalaman hutan Pegunungan Bintang, Papua Nugini.
 
Peneliti Pusat Riset Biologi BRIN Wita Wardani mengatakan penemuan jenis baru itu menambah informasi variasi dan inventarisasi jenis tumbuhan paku (pteridofita). Khususnya, di wilayah fitogeografi Malesia.
 
"Kunci penemuan ini adalah kesediaan herbarium Natural History Museum London (BM) meminjamkan spesimennya. Spesimen ini saya temukan saat berkunjung ke herbarium tersebut untuk memeriksa tumpukan spesimen yang belum teridentifikasi di tahun 2016," kata Wita dalam keterangannya, Kamis, 6 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Wita bersama tim mampu mengidentifikasi tumbuhan pteridofita jenis baru tersebut berdasarkan spesimen yang dikoleksi oleh WR Barker dalam Ekspedisi Pegunungan Bintang tahun 1975. Ekspedisi tersebut merupakan perjalanan eksplorasi botani kolaboratif antara Rijksherbarium Belanda dengan herbarium nasional Papua Nugini.
 
Peneliti bidang botani itu menuturkan secara sepintas tutupan permukaan tangkai dan rakis daun jenis baru itu tampak berbeda. Melalui pengamatan mikroskop berdaya pembesaran tinggi di Herbarium Bogor, akhirnya Wita mengonfirmasi kebaruan spesimen tersebut yang diterbitkan dalam jurnal Reinwardtia pada 6 Desember 2021.
 
Baca: Raih Doktor Usai Teliti Pengaruh Identifikasi dan Kecintaan Merek
 
Setelah pengamatan dengan mikroskop, ciri khas jenis baru itu teramati dengan lebih jelas, baik variasi bentuk, ukuran dan posisinya terhadap ciri yang lain.
 
"Sebelumnya, rambut-rambut bintang berwarna gelap kemerahan yang menyelimuti rakis dan kosta (tulang daun) tidak pernah ditemukan pada jenis Deparia. Demikian pula sisik dengan tepian berambut tak beraturan. Ciri ini tidak biasa bagi marga ini," ujar Wita.
 
Namun, rambut-rambut bintang yang serupa teramati pula pada Diplazium stellatopilosum, jenis dari marga yang berbeda namun masih dari suku yang sama yang juga ditemukan di wilayah Papua Nugini.
 
Perbedaan Deparia dan Diplazium dapat dilihat dari parit pada kosta yang tidak menerus pada Deparia, namun kebalikannya pada Diplazium.
 
"Karakter rambut bintang diperkirakan sebagai ciri khas jenis dari daratan Papua, khususnya di bagian timur, namun perlu dilakukan kajian yang lebih menyeluruh untuk memastikannya," tutur Wita.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif