Rektor UAI, Asep Saefuddin. Foto: Medcom.id
Rektor UAI, Asep Saefuddin. Foto: Medcom.id

Pandemi Covid-19 Berdampak Positif Bagi Riset Perguruan Tinggi

Pendidikan beasiswa osc Pendidikan Tinggi Riset dan Penelitian
Antara • 21 Mei 2020 07:07
Jakarta: Rektor Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Prof Asep Saefuddin menyebut, pandemi covid-19 membawa dampak positif terhadap riset di perguruan tinggi.
 
"Bagi warga kampus, adanya covid-19 ini bisa jadi sisi positif dari wabah. Setidaknya birokrasi pemerintah tidak bertele-tele dan mudah-mudahan model gerak cepat ini juga menjadi kenormalan baru pasca covid-19," ujar Asep dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu, 20 Mei 2020.
 
Dia menambahkan, pada umumnya banyak dosen kampus yang inovatif, kreatif, dan cerdas. Akan tetapi, tidak banyak produk hasil inovasi yang muncul dari perguruan tinggi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Asep, hal itu bukan persoalan sederhana. Banyak keterkaitan dengan berbagai kepentingan bisnis, dan itu skalanya bukan lagi nasional, tetapi global.
 
Baca juga:Nadiem: Perguruan Tinggi Lahirkan 500 Inovasi Covid-19
 
Ia mencontohkan, sembilan produk hasil karya anak bangsa yang diluncurkan Presiden Jokowi pada hari ini, mungkin hanya akan bercokol di dalam kampus jika tidak ada pandemi. "Paling jauh untuk praktikum. Tetapi, saat ini Presiden Jokowi sudah jelas-jelas memerintahkan segera produksi massal yang diamini oleh para menteri," paparnya.
 
Ia mengatakan, pada umumnya dosen tidak terlalu senang dengan administrasi yang kaku, apalagi berbelit-belit karena sifatnya bebas dan otonom. Hal itu, secara alami otonomi bisa membuat para dosen lebih kreatif dan produktif.
 
Selain itu, kampus perlu mendukung dengan sistem administrasi dan sumber daya manusia yang andal. Pimpinan perguruan tinggi harus memberi ruang kreativitas bagi para dosen sekaligus mengarahkan para tenaga pendidikan untuk bekerja cepat, tepat, dan proaktif.
 
"Jika melihat banyak produk inovatif teknologi karya anak bangsa, Indonesia sebenarnya bisa masuk ke dalam kategori ekonomi berbasis inovasi. Namun, hal ini akan mandek (berhenti) bila tidak ada industrialisasi hasil karya ini. Komponen industri harus meneruskannya untuk produksi secara massal," katanya.
 
Baca juga:Harkitnas 2020, Jokowi Luncurkan 55 Produk Inovasi Covid-19
 
Saat ini, produk-produk inovasi yang diproduksi masih sebatas keperluan kesehatan akibat pandemi covid-19. Sebenarnya kreativitas anak bangsa juga cukup kuat dalam produk-produk lainnya.
 
"Sektor industri harus pro produk lokal dan masyarakat harus cinta produk Indonesia. Bila syarat utama itu dipenuhi, kebangkitan dan kedaulatan bangsa Indonesia akan jadi kenyataan," imbuh dia.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif