Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Pakar UGM: Campuran Air Kelapa, Jeruk Nipis, dan Garam Bukan Obat Covid-19

Pendidikan Virus Korona Pendidikan Tinggi Riset dan Penelitian UGM
Citra Larasati • 28 Juli 2021 08:39
Jakarta:  Banyaknya masyarakat yang terkena covid-19 dan melakukan isolasi mandiri di rumah memunculkan hoaks atau misleading informasi. Minuman, makanan, dan suplemen yang “berlabel” dapat menyembuhkan covid-19 pun langsung diserbu dan dicoba masyarakat tanpa mengetahui kebenarannya.
 
Salah satu yang marak diperbincangkan dan banyak beredar di media sosial saat ini adalah campuran air kelapa muda, jeruk nipis, dan garam.  Menurut Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Zullies Ikawati, Ph.D., Apt. campuran air kelapa muda, jeruk nipis, dan garam tidak bisa diklaim secara spesifik untuk menyembuhkan covid-19.
 
“Secara umum air kelapa, jeruk nipis, dan berbagai minuman herbal jika diminum saat covid-19 boleh saja, namun memang tidak secara khusus memberikan efek untuk menghilangkan virus covid-19,” tutur Zullies, dalam siaran pers, Selasa, 27 Juli 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Air kelapa sebenarnya dikenal mengandung air, unsur gula, beberapa vitamin, mineral dan asam amino dengan konsentrasi yang kecil. Secara umum air kelapa menyegarkan dan sehat. Sedangkan jeruk nipis juga dapat memberikan manfaat yang cukup banyak serta menyehatkan.
 
“Minum air putih yang cukup perlu, namun tidak ada minuman secara khusus untuk anticovid-19. Tujuannya lebih untuk menyegarkan tubuh yang secara  tidak langsung berhubungan dengan peningkatan imun tubuh,” imbuh Zullies.
 
Baca juga:  Alternatif Deteksi Covid-19 Kurang dari 1 Jam Tapi Spesifikasi Mirip PCR
 
Pasien Covid-19 sebaiknya mengonsumsi makanan bergizi dan air yang cukup sehingga membantu imun tubuh untuk dapat melawan virus yang ada di dalam tubuh. Selain itu, pikiran positif berperan juga dalam penyembuhan covid-19.
 
Zullies juga menjelaskan, bahwa sampai saat ini berbagai minuman herbal juga tidak dapat diklaim secara spesifik untuk menyembuhkan covid-19.  Karena konsumsi berbagai macam obat, multivitamin, dan makanan yang bergizi juga turut membantu dalam penyembuhan pasien Covid-19.
 
“Jika tren minuman kesehatan ini bukanlah hal yang berbahaya, boleh saja dicoba, namun jangan sampai berlebihan. Masyarakat sebaiknya lebih kritis ketika mendapatkan informasi,” ungkap Zullies.
 
Ia menjelaskan, biasanya hoaks disertai dengan informasi yang kurang logis seperti dalam satu jam dapat menghilangkan virus covid-19. Masyarakat sebaiknya menelaah terlebih dahulu informasi yang didapatkan sebelum disebarkan ke orang lain. Upaya ini dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran hoaks yang marak terjadi disekitar kita khususnya yang berkaitan dengan covid-19.
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif