Peneliti IPB Siti Nikmatin dan hasil inovasinya benang pilin. DOK IPB
Peneliti IPB Siti Nikmatin dan hasil inovasinya benang pilin. DOK IPB

Dukung Kedaulatan Tekstil, Peneliti IPB Ciptakan Benang Pilin dan Kain dari Tandan Sawit Kosong

Renatha Swasty • 27 Oktober 2022 14:55
Jakarta: Peneliti IPB University dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Siti Nikmatin menciptakan inovasi benang dan kain dari biomassa sawit untuk aplikasi industri kreatif fashion. Nikmatin yang juga ketua peneliti menciptakan inovasi ini bersama kedua anggotanya, Irmansyah dan Bambang Hermawan.
 
Riset biomaterial ini didanai oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Kementerian Keuangan RI. Nikmatin menjelaskan inovasi dilatarbelakangi oleh dua permasalahan mendasar, yakni keberadaan tandan kosong sawit yang meningkat secara linear seiring dengan produksi crude palm oil.
 
Dia menjelaskan pemanfaatan tandan kosong sawit sebenarnya sudah lumayan banyak sebagai bahan bakar maupun pupuk. “Namun, perlu adanya diversifikasi produk untuk mengubah tandan kosong kelapa sawit ini menjadi material maju yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan berdaya saing serta bisa substitusi impor,” kata Nikmatin dalam Pekan Riset Sawit Indonesia 2022 oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit dalam keterangan tertulis, Kamis, 27 Oktober 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, industri fesyen berada di posisi kedua setelah kuliner. Kebutuhan manusia akan tekstil sangat luar biasa, bahkan Indonesia harus mengimpor bahan kapas hingga 90 persen.
 
“Keterbatasan kapas ini yang menginisiasi inovasi kapas buatan yang beredar di pasar. Sumbernya bisa dari eucalyptus, akasia, dan bambu. Kelapa sawit harus turut hadir di dalam industri fesyen sebagai bahan baku untuk mendukung kedaulatan tekstil Indonesia,” tutur dia.
 
Sebelum diolah, tandan sawit kosong memiliki potensi besar untuk menjadi bahan dengan karakteristik yang paling mendekati kapas. Setelah melalui uji bahan baku dan komposisi kimia, tandan kelapa sawit memiliki peluang direkayasa menjadi kapas buatan yakni rayon viskosa dan benang piling.
 
“Tandan sawit kosong ini juga dibuat sebagai benang pilin untuk memperkaya khasanah budaya tenun Indonesia. Saat ini, tenun dari ATBM (alat tenun bukan mesin) tidak ada yang berasal dari sawit. Ini adalah inovasi pertama, novelty kebaruan bahwa sawit hadir untuk future fashion,” jelas dia.
 
Nikmatin menjelaskan tandan sawit kosong diolah menjadi rayon viskosa melalui beberapa tahapan. Pertama, proses prahidrolisis kemudian dicuci hingga pH netral. Selanjutnya, melalui proses pemasakan untuk menghasilkan pulp untuk kemudian diuji dan diputihkan untuk mendekati derajat bahan kapas.
 
Pulp tersebut kemudian diolah menjadi alkali selulosa kemudian diubah menjadi larutan viskosa. Lalu, dijadikan rayon viskosa. Larutan ini yang menjadi bahan dasar pembuatan benang pilin.
 
Adapun, variasi benang pilin yang dihasilkan ada dua, original dan diwarnai alami dengan secang atau pewarna buatan. "Benang pilin divariasikan menjadi empat diameter berbeda, kemudian ditenun dengan alat tenun ATBM sesuai dengan kebutuhan fashion,” tutur dia.
 
Baca juga: Dosen IPB Bantu Peternak Siapkan Sapi Sukses Kawin

 
(REN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif