Alat deteksi covid-19 melalui embusan napas inovasi UGM. Foto: Dok. Kemenristek
Alat deteksi covid-19 melalui embusan napas inovasi UGM. Foto: Dok. Kemenristek

GeNose UGM: Deteksi Covid-19 Hanya dalam 80 Detik

Pendidikan Virus Korona Pendidikan Tinggi Riset dan Penelitian
Citra Larasati • 25 September 2020 19:45
Jakarta: Universitas Gadjah Mada (UGM) secara resmi melakukan serah terima teknologi alat deteksi covid-19 melalui embusan napas yang diberi nama GeNose kepada Kemenristek/BRIN.
Alat deteksi Covid-19 hasil pengembangan para peneliti UGM ini memiliki kemampuan mendeteksi virus korona baru dalam tubuh manusia dalam waktu cepat.
 
Tidak lebih dari dua menit hasil tes sudah dapat diketahui apakah positif atau negatif covid-19. “Kalau sebelumnya butuh waktu sekitar tiga menit, kemarin saat uji di BIN sudah bisa turun menjadi 80 detik sehingga lebih cepat lagi,” kata anggota tim peneliti GeNose, Kuwat Triyono, di dalam siaran pers, Jumat, 25 September 2020.
 
Selain cepat melakukan deteksi dan memiliki akurasi tinggi, penggunaan alat ini jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan tes usap PCR (Polymerase Chain Reaction). Satu unit GeNose yang diperkirakan seharga Rp40 juta dapat digunakan untuk 100 ribu pemeriksaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Untuk saat ini kemampuan produksi optimum sekitar 50 ribu unit per bulannya,” ungkapnya.
 
Baca juga:GeNose UGM, Hasil Tes Covid-19 Keluar dalam Tiga Menit
 
Peneliti GeNose lainnya, Dian Kesumapramudya Nurputra, memaparkan GeNose bekerja mendeteksi Volatile Organic Compound (VOC) yang terbentuk karena adanya infeksi Covid-19 yang keluar bersama napas melalui embusan napas ke dalam kantong khusus. Selanjutnya diidentifikasi melalui sensor-sensor yang kemudian datanya akan diolah dengan bantuan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence).
 
GeNose telah melalui uji profilingdengan menggunakan 600 sampel data valid di Rumah Sakit Bhayangkara dan Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid Bambanglipuro di Yogyakarta hasilnya menunjukkan tingkat akurasi tinggi, yaitu 97 persen. Setelah melalui uji klinis tahap pertama, saat ini GeNose tengah memasuki uji klinis tahap kedua.
 
Menristek/BRIN, Bambang Brodjonegoro, mengapresiasi alat deteksi Covid-19 lewat embusan napas yang dikembangkan oleh tim peneliti UGM. Dia mengatakan pihaknya siap untuk mendukung uji klinis lanjutan GeNose.
 
“Risetl/BRIN melalui Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 siap memberikan dukungan upaya finalisasi GeNose dalam bentuk dukungan uji klinis tahap 2,” ucapnya.
 
Dia berharap GeNose bisa segera dimanfaatkan secara masif oleh masyarakat. Dia mentargetkan setidaknya pada bulan Desember 2020 alat ini dapat digunakan untuk screening.
 
“Jika sudah uji klinis dan mendapat izin edar dari Kemenkes, pastikan alat disampaikan pada Satgas bisa menjadi alat tes untuk membantu upaya Indoensia meningkatkan rasio testing,”tegasnya.
 
Sebelumnya,Dian Kesumapramudya Nurputra mengatakan, GeNose saat ini telah melalui uji klinis pertamanya dan akan memasuki uji klinis tahap kedua. Dian juga menjelaskan, bahwa GeNose memiliki kemampuan yang cepat dalam mendeteksi covid-19.
 
Bahkan sesorang sudah bisa diketahui positif atau negatif covid hanya dalam waktu tiga menit. Sebab, kata Dian, saat ini penanganan covid-19 membutuhkan alat baru yang cepat dan akurat.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif