Ilustrasi anak dan orang tua. Dok Pexels
Ilustrasi anak dan orang tua. Dok Pexels

Bukan Sekadar Kertas, Ini Makna Orang Tua Suka Simpan Karya Lama Anak

Renatha Swasty • 21 September 2026 11:21
Ringkasnya gini..
  • Kebiasaan orang tua menyimpan rapor dan lukisan masa kecil anak didorong oleh memori autobiografis serta ikatan emosional keluarga.
  • Dari sudut pandang psikologi, nostalgia membuat benda sederhana yang tak lagi berguna secara praktis menjadi sangat bernilai bagi orang tua.
  • Menyimpan karya anak juga menjadi cara orang tua merekam jejak perjalanan hidupnya sendiri saat melewati fase membesarkan sang buah hati.
Jakarta: Bagi sebagian orang tua, rapor sekolah, gambar berwarna-warni, hingga catatan kecil yang ditulis anak mungkin terlihat seperti lembaran kertas biasa. Namun, membuang benda-benda tersebut sering kali bukan perkara mudah.

Meski anak telah beranjak dewasa, orang tua masih menyimpan berbagai hasil karya dan dokumen masa kecil mereka. Sebagian menyimpannya di dalam lemari atau kotak khusus, sementara yang lain memajang gambar anak di kulkas.

Kebiasaan tersebut sekilas terlihat seperti bentuk nostalgia, akan tetapi dari sudut pandang psikologi, benda-benda sederhana itu dapat memiliki makna lebih dalam. Rapor dan gambar masa kecil bisa menjadi pengingat terhadap pengalaman, hubungan, serta tahapan kehidupan keluarga yang tidak dapat diulang dengan cara yang sama.

Melansir timesofindia.indiatimes.com, benda-benda yang disimpan orang tua tidak hanya mengingatkan mereka pada masa kecil anak, tetapi juga karena kepemilikan fisik dapat memicu ingatan autobiografis yaitu ingatan yang dapat terhubung dengan suatu pengalaman kisah seseorang.

Penelitian psikolog Elaine Reese menunjukkan interaksi melalui percakapan antara orang tua dan anak berperan dalam membentuk ingatan anak terhadap pengalaman pribadinya. Temuan ini dapat membantu menjelaskan mengapa gambar sederhana buatan anak mampu memiliki nilai emosional yang mendalam bagi orang tua. 

Gambar yang dibuat anak ketika berusia enam tahun, mungkin mengingatkan orang tua pada rumah yang mereka tinggali saat itu, kepribadian anak, kegiatan sekolah, atau percakapan tertentu yang pernah terjadi. Gambar tersebut mungkin tidak memiliki nilai artistik yang tinggi, namun benda itu dapat menjadi penghubung menuju rangkaian kenangan tentang suatu periode dalam kehidupan keluarga.

Hal serupa juga dapat terjadi pada rapor sekolah anak. Bertahun-tahun kemudian, sebuah rapor dapat mengingatkan orang tua pada pencapaian pertama anak, antusiasmenya ketika pulang sekolah, atau momen ketika orang tua mendampingi anak mengerjakan pekerjaan rumah.

Nostalgia Membuat Benda Sederhana Menjadi Berharga 

Penjelasan lain mengenai kebiasaan menyimpan benda masa kecil anak dapat dikaitkan dengan nostalgia. Psikolog Constantine Sedikides dan Tim Wildschut telah banyak meneliti hubungan nostalgia dengan kenangan, hubungan, serta pengalaman yang memiliki makna.

Nostalgia sering kali berkaitan dengan pengalaman emosional positif yang melibatkan orang-orang, tempat, benda, dan momen penting dari masa lalu. Karena itu, sebuah benda yang secara praktis sudah tidak memiliki kegunaan dapat tetap terasa sangat berharga bagi seseorang.

Benda itu kemudian menjadi penghubung menuju sebuah kenangan. Kesalahan ejaan, tulisan yang belum rapi, dan gambar dengan perpaduan warna yang tidak biasa dapat mengingatkan orang tua pada usia dan karakter anak ketika masih kecil.

Bayangkan ketika orang tua menemukan kembali gambar lama bertuliskan “Keluargaku” yang dibuat anak beberapa tahun sebelumnya. Kesalahan penulisan tersebut mungkin langsung mengingatkan mereka pada suara, kepribadian, dan usia anak saat gambar itu dibuat.

Nilai emosional dari benda tersebut bukan berasal dari kertasnya, melainkan dari berbagai pengalaman yang terhubung dengannya. Penelitian Sedikides dan Wildschut mengenai nostalgia dapat menjadi salah satu konteks untuk memahami mengapa benda sederhana bisa memiliki arti yang begitu besar.
 

Orang Tua Juga Menyimpan Bagian dari Kisah Hidupnya 

Hal yang menarik dari kebiasaan ini adalah orang tua mungkin tidak hanya mempertahankan kenangan tentang anak, tetapi juga menyimpan kenangan tentang dirinya sendiri. Psikolog Dan P. McAdams melalui kajiannya mengenai identitas naratif menjelaskan seseorang dapat memahami kehidupannya melalui cerita tentang pengalaman dan hubungan yang dianggap penting. Dalam konteks tersebut, menjadi orang tua dapat menjadi salah satu bagian paling bermakna dalam perjalanan hidup seseorang.

Dengan demikian, sebuah gambar lama tidak hanya berarti “gambar yang dibuat anak saya”. Benda tersebut juga dapat menggambarkan masa ketika seseorang sedang membesarkan anaknya. Hal ini mungkin menjelaskan mengapa orang tua terkadang masih mengingat dengan jelas asal-usul sebuah gambar, meskipun mereka telah melupakan berbagai detail lain dari periode yang sama. Benda-benda tersebut juga membuat perjalanan waktu terasa lebih nyata.

Gambar kecil yang dibuat anak ketika berusia lima tahun akan terlihat sangat berbeda ketika anak tersebut telah tumbuh menjadi orang dewasa. Perbedaan itu dapat mengingatkan orang tua betapa cepatnya masa kanak-kanak berlalu. Perasaan tersebut mungkin semakin kuat ketika anak meninggalkan rumah, lulus sekolah, menikah, atau mulai membangun keluarganya sendiri. Benda-benda lama kemudian menjadi pengingat terhadap fase kehidupan yang telah dilewati bersama.

Meski demikian, kebiasaan menyimpan tugas sekolah dan gambar lama anak tidak otomatis menunjukkan seseorang terlalu terikat pada masa lalu. Sebagian orang tua mungkin hanya menikmati kegiatan menyimpan kenangan keluarga, sementara yang lain berharap anak mereka dapat menghargai benda-benda tersebut di kemudian hari.

Psikologi juga tidak dapat menentukan kepribadian seseorang hanya berdasarkan kebiasaannya menyimpan sekotak gambar lama. Namun, psikologi dapat membantu menjelaskan mengapa benda sederhana seperti rapor atau gambar anak mampu memiliki nilai yang tidak berkaitan dengan harga atau nilai materialnya.

Pada akhirnya, orang tua mungkin tidak benar-benar sedang mempertahankan selembar kertas. Mereka sedang menjaga sebuah momen dari masa lalu yang dapat kembali diingat melalui benda tersebut. (Levina Fidelia)
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan