Gubernur provinsi Sumatera Barat, Irwan Prayitno.  Foto: Zoom
Gubernur provinsi Sumatera Barat, Irwan Prayitno. Foto: Zoom

Sumatra Barat Tangani Covid-19 Berbasis Riset Perguruan Tinggi

Pendidikan Virus Korona Riset dan Penelitian
Muhammad Syahrul Ramadhan • 16 Mei 2020 07:07
Jakarta: Gubernur Sumatra Barat, Irwan Prayitno menyampaikan, bahwa semua langkah yang diambil dalam penanganan wabah virus korona (covid-19) di Sumatra Barat selama ini diambil berbasis hasil riset maupun kajian dari perguruan tinggi. Sehingga penanganan dari hulu ke hilir dapat dilakukan secara tepat, terukur, dan ilmiah.
 
Pembatasan Sosial Skala Besar yang (PSBB) yang saat ini diberlakukan di provinsi Sumatera Barat juga berkat riset dan kajian perguruan tinggi. Sehingga Sumbar menjadi salah satu yang mendapatkan izin PSBB berskala provinsi.
 
“Terus terang kami sangat bergantung dari sisi hulu sampai hilir dan yang kami lakukan dari algoritma, alur bekerja sampai kebijakan bersama bupati, walikota itu modalnya dari perguruan tinggi,” kata Irwan dalam dalam Webinar Nasional Universitas Andalas ‘Riset, Inovasi, Aplikasi untuk Menanggulangi Wabah dan Dampak Covid-19’, Jumat, 15 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga:Kemenristek Susun Protokol Hidup Berdamai dengan Covid-19
 
Irwan pun mengakui, peran perguruan tinggi ini penting untuk mengambil keputusan yang tepat. Apalagi ia sebagai eksekutif juga harus merespons penanganan covid-19 dengan cepat, tapi juga harus terukur.
 
“Bisa mengambil beberapa tindakan dari survei-survei, riset-riset yang kami umumkan ke bupati walikota, kurang sosialisasi, kami ambil kebijakan tepat mengena sukses menangani covid-19,” terangnya.
 
Baca juga:Istana: Berdamai dengan Covid-19 Bukan Berarti Menyerah
 
Lebih lanjut, ia juga berharap perguruan tinggi untuk segera membuat kajian terkait berdamai dengan covid-19. Ini untuk merespons pernyataan Presiden Joko Widodo yang mengajak berdamai dengan wabah ini, Badan Kesehatan Dunia WHO juga telah menyampaikan kemungkinan covid-19 ini tidak akan benar-benar hilang meski sudah ada vaksin.
 
“Hidup bersama covid-19 ini bagaimana membuat hormat berdamai dengan covid-19. Saya terima, saya jalani, insya Allah yakin yang kita kerjakan dasarnya perguruan tinggi tepat benar tidak ngaco dan on the track,” tegasnya.
 
Sebelumnya,Presiden Joko Widodo meminta masyarakat berdamai dengan virus korona (covid-19) hingga antivirus ditemukan. Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, menyebut berdamai dengan covid-19 bukan berarti menyerah.
 
"Hidup berdamai itu penyesuaian baru dalam kehidupan. Ke sananya yang disebut the new normal," kata Bey di Jakarta, Jumat, 8 Mei 2020.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif