Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro. Zoom
Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro. Zoom

Hasil Kolaborasi Riset Indonesia-Inggris Didorong Bisa Dihilirisasi

Pendidikan Riset dan Penelitian
Muhammad Syahrul Ramadhan • 05 Agustus 2020 19:31
Jakarta: Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro mendorong hasil kolaborasi riset Indonesia-Inggris lebih banyak dihilirisasi. Dengan begitu, hasil riset tidak sekadar berujung publikasi.
 
"Ke depan kita ingin selain tetap kualitas publikasi internasional juga hasil riset tersebut bisa dihilirisasi," kata Bambang dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Research and Innovation Partnership secara daring, Rabu, 5 Agustus, 2020.
 
Salah satu hasil riset yang berhasil dihilirasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat adalah riset kolaborasi yang dilakukan oleh University of Huddersfield dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Mereka mengembangkan sistem informasi peringatan dini untuk wilayah pesisir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Riset kolaborasi ini pun meraih penghargaan Newton Prize pada awal 2020 lalu. "Meksipun ini bukan produk, kategorinya riset di bidang sosial-humaniora terkait dengan disaster mitigation tetapi kami melihat hasil atau impact dari riset ini tetap bermanfaat untuk masyarakat secara umum," terangnya.
 
Baca:Kemitraan Riset dan Inovasi Indonesia-Inggris Diperpanjang Hingga 2025
 
Bambang menuturkan kerja sama riset ini sangat terbuka untuk semua bidang. Paling penting, kata dia, harus ada peningkatan kualitas riset dalam negeri dan bisa dihilirisasi.
 
"Harus belajar dari negara maju. Di samping itu perlu update dan upgrade kemampuan kita sehingga semakin bisa memanfaatkan kekayaan alami kita," ungkapnya.
 
Indonesia-Inggris sepakat melanjutkan kolaborasi riset hingga 2025. Kemitraan yang sudah berlangsung sejak 2014 dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi ini telah meluncurkan lebih dari 22 kompetisi pendanaan riset melalui 15 program riset dan inovasi. Kerja sama yang kuat antara peneliti Inggris dan Indonesia ini juga telah menghasilkan 2.205 publikasi gabungan selama 2015-2019.
 
Tercata, riset kolaborasi Indonesia-Inggris menduduki peringkat ketiga di dalam daftar 10 kemitraan internasional terbaik Indonesia. Hubungan kemitraan yang kuat ini akan memastikan kedua negara dapat terus mendukung riset, ilmu pengetahuan, inovasi kelas dunia, serta bersama menghadapi tantangan global.
 
"Perpanjangan kemitraan dalam ilmu pengetahuan dan inovasi dalam jangka panjang akan meningkatkan kemampuan Indonesia untuk mengembangkan ekonomi berbasis pengetahuan dan dapat bersaing di pasar global," ujar Bambang.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif