Doktor dari FTUI, Eko Ihsanto. Foto: UI/Humas
Doktor dari FTUI, Eko Ihsanto. Foto: UI/Humas

UI Kembangkan Algoritma Baru untuk EKG Jantung

Pendidikan inovasi Riset dan Penelitian
Ilham Pratama Putra • 13 Maret 2020 18:09
Jakarta: Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) kembali menganugerahi gelar doktor kepada salah satu mahasiswa terbaiknya, Eko Ihsanto. Melalui disertasinya yang berjudul "Pengembangan Algoritma Baru untuk Klasifikasi DetakElektrokardiogram (EKG) menggunakan Residual Depthwise Separable Convolutional Neural Network.
 
Dari disertasi tersebut, Eko resmi menyandang gelar doktor dari Departemen Teknik Elektro FTUI. Melalui disertasinya, Eko menerapkan algoritma pemrosesan sinyal EKG yang cepat, akurat, dan efisien dalam penggunaan hardware.
 
"Algoritma ini untuk mengolah dan menyimpulkan hasil yang hanya dibutuhkan waktu kurang dari lima milidetik, dengan kemampuan deteksi penyakit maupun otentifikasi identitas yang akurasinya 95 persen atau lebih," kata Eko dalam keterangan persnya, Jumat 13 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penelitian ini menyajikan metode baru. Di antaranya Residual Depthwise Separable Convolutional Neural Network (RDS-CNN) untuk klasifikasi detak EKG.
 
"Baik yang terkait dengan biomedik, maupun biometrik. Dengan menggunakan metode ini, maka hanya diperlukan dua tahap proses saja, yaitu deteksi detak dan klasifikasi," lanjut Eko.
 
Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa dalam implementasi biometrik, RDS-CNN telah terbukti dapat digunakan untuk otentifikasi identitas EKG (ID) 90 orang sehat dan 48 pasien dengan akurasi hingga 100%. Hasil ini telah mengungguli metode terdepan lainnya yang menggunakan database yang sama.
 
Eko menyebut, penelitian ini dilatarbelakangi oleh mahal dan sulitnya cara untuk mendeteksi penyakit jantung seperti MRI, CT scan, maupun Heart Ctheter. Padahal untuk deteksi dini, terdapat opsi yang lebih murah, cepat, dan mudah, yaitu dengan pembacaan EKG.
 
"Melalui penelitian ini diharapkan algoritma yang diterapkan dapat membuat pemrosesan sinyal EKG lebih cepat, akurat, dan efisien," pungkasnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif