Perangkat Water Treatment buatan siswa SMK Negeri 2 Palembang, Sumsel. Foto: Antara/SMKN 2 Palembang.
Perangkat Water Treatment buatan siswa SMK Negeri 2 Palembang, Sumsel. Foto: Antara/SMKN 2 Palembang.

Inovasi Siswa SMK di Sumsel Diharapkan Bisa Diproduksi Massal

Pendidikan inovasi Pendidikan Vokasi Hilirisasi Riset Vokasi SMK
Antara • 02 Desember 2021 21:36
Palembang: Dinas Pendidikan Provinsi Sumatra Selatan (Disdik Sumsel) berharap karya siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) di provinsi ini bisa diproduksi secara massal dan nasional. Khususnya, alsintan.
 
Alsintan mencakup inovasi mesin traktor pembajak sawah, alat penjernih air, pengupas bawang dan mesin pengusir hama tanaman pertanian yang kualitasnya sudah cukup layak diproduksi massal.
 
Kepala Bidang SMK Disdik Sumsel Mondyaboni mengatakan, berbagai macam alsintan tersebut merupakan bagian dari 520 buah karya yang diproduksi secara mandiri oleh siswa dengan bimbingan dari guru mereka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini sekaligus menjawab tantangan dari pak gubernur yang menginginkan siswa pendidikan vokasi menciptakan alsintan. Sebab, Sumsel sedang memantapkan program lumbung pangan nasional. Tantangan itu sudah dilakukan oleh siswa SMK," kata Mondyaboni di Palembang, Kamis, 2 Desember 2021.
 
Menurutnya, masing-masing alsintan dibuat oleh siswa SMK Negeri 1 Belitang Tiga Kabupaten OKU Timur, SMK di Kabupaten Lahat, dan Muara Enim, Banyuasin termasuk SMK di Kota Palembang. Inovasi itu sudah diperkenalkan diberbagai momen, seperti ajang perlombaan teknologi tepat guna (TTG).
 
Baca: Mahasiswa ITS Ciptakan Drone Kapal Pencari Korban Kecelakaan Laut
 
Bahkan, lanjutnya, alsintan tersebut beberapa sudah dimanfaatkan oleh petani di kabupaten/kota masing-masing. Contohnya, di Belitang dan akan terus dievaluasi.
 
"Jika ada yang berkenan untuk memproduksi secara massal akan lebih baik, sehingga kemanfaatan pembuatan alsintan tersebut berdampak langsung kepada petani, bukan hanya wilayah regional (kabupaten/kota), namun menasional," ujarnya.
 
Sebagai langkah persiapan, Disdik Sumsel tengah melakukan koordinasi dengan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait. Antara lain Dinas Perindustrian, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), untuk menyiapkan berkas administrasi dan teknis lainnya.
 
Sebab, bila nanti alsintan karya siswa SMK Sumsel diproduksi secara massal  hasilnya masuk sebagai penghasilan negara bukan pajak dalam bentuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
 
"Banyak (alsintan) yang sudah siap diproduksi secara massal. Tapi, ada hal yang sedang dalam proses koordinasi. Nah proses koordinasi BLUD ini agak panjang, sebab regulasinya yang agak ribet," katanya.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif