Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Guru Besar UGM Prediksi Pandemi Berakhir Februari 2021

Pendidikan Virus Korona Pendidikan Tinggi
Arga sumantri • 25 September 2020 11:20
Yogyakarta: Guru Besar Statistika Universitas Gadjah Mada (UGM) Dedi Rosadi memprediksi pandemi virus korona (covid-19) berakhir Februari 2021. Total kasus positif covid-19 minimal 322 ribu penderita.
 
"Akhir pandemi sangat bergantung pada upaya pemerintah dalam mengendalilkan laju penyebaran penyakit Covid-19 ini," kata Dedi melalui siaran pers UGM yang dikutip Jumat, 25 September 2020.
 
Menurutnya, berdasarkan tracking data terakhir dan menggunakan berbagai pendekatan pemodelan data driven (berbasis pergerakan data), terdapat kenaikan nilai proyeksi kasus positif di akhir pandemi yang cukup signifikan dibanding rilis terakhir pada akhir Juli 2020. Prediksi paling optimistis diperoleh dengan menggunakan model hybrid kompartemen SIR-Regresi-runtun-waktu diperkirakan pandemi akan berakhir di pertengahan Februari 2021 dengan total kasus positif minimal 322 ribu penderita.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Secara terpisah, diperoleh dengan model Probabilistic Data Driven Model (PDDM) Covid-19 Indonesia yang disusun Dedi bersama Alumni FMIPA UGM, Joko Kristadi, dan Fidelis Diponegoro, diperoleh simpulan, pandemi akan mencapai puncaknya di pertengahan November sampai awal Desember dan berakhir di akhir Mei 2021. Lewat model ini, estimasi total kasus positif sekitar 700 ribu penderita.
 
Baca:Pakar UGM: Brucellosis Tak Menular Antar Manusia
 
Sedangkan dengan tim lainnya, Dedi melakukan kajian dengan pendekatan model kurva Richard dan kurva pertumbuhan logistik, yang menunjukkan proyeksi akhir pandemi berada di antara April 2021 sampai dengan awal 2022 dengan range prediksi total penderita yang sangat mirip dengan hasil model SIR-Regresi dan PDDM di atas.
 
Dari pantauan kurva insidensi harian penderita terlihat bahwa penambahan jumlah pasien harian belum mencapai puncaknya sampai sekarang. Sedangkan, angka penularan sat ini (Rt) masih di atas 1, yakni bernilai 1.07 pada tanggal 23 September 2020.

Namun demikian, dengan model SIR-Regresi-runtun-waktu dapat disimpulkan terjadi sedikit peningkatan laju infeksi penyebaran penyakit yang dibarengi dengan peningkatan yang cukup tinggi terhadap laju kesembuhan pasien.
 
Berdasarkan prediksi tersebut, Dedi menyampaikan sejumlah catatan penting yang patut menjadi perhatian bersama pada saat ini. Pertama, perlunya dilakukan pengendalian penyebaran covid-19 secara optimal dengan menggencarkan 3T yakni tracing, testing, dan treatment di episentrum utama Indonesia yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, dan Sulawesi Selatan. Hal yang sama perlu dilakukan di provinsi lain.
 
"Secara nasional dalam jangka waktu dekat juga penting untuk dipantau secara seksama kemungkinan kemunculan klaster Pilkada yang muncul karena mobilitas penduduk mendukung proses kegiatan ini baik sebelum hari H maupun pada hari H kegiatan Pilkada," paparnya.
 
Baca:Epidemiolog UGM: Waspadai Munculnya Klaster Rumah Sakit
 
Selanjutnya, perlunya meningkatkan kewaspadaan adanya penularan lokal di beberapa wilayah provinsi atau kabupaten yang menjadi episentrum penyebaran covid-19. Hal itu penting dilakukan mengingat angka perhitungan Rt (angka reproduksi/angka penularan) covid-19 Indonesia dalam beberapa hari terakhir masih disekitar 1.07.
 
Dedi mengatakan, penurunan laju penularan dapat dilakukan secara optimal dengan berbagai upaya. Utamanya, dengan pendisiplinan masyarakat dalam mentaati protokol kesehatan. Khususnya, penggunaan masker dan menjaga jarak, pengaturan mobilitas penduduk secara lebih berhati hati dan pemberian vaksin massal.
 
Di sisi lain, penemuan teknologi obat akan meningkatkan laju kesembuhan. Dengan begitu, secara bersama sama upaya-upaya tersebut akan dapat mengakhiri pandemi covid 19 secara lebih cepat.
 
(AGA)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif