Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Guru Besar UGM Beberkan Gejala Ternak Terinfeksi Penyakit Mulut dan Kuku

Pendidikan Hewan Ternak penyakit menular Guru Besar UGM
Citra Larasati • 10 Mei 2022 09:39
Jakarta:  Ribuan ternak di provinsi Jawa Timur saat ini terinfeksi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). PMK atau dikenal sebagai Foot and Mouth Disease adalah penyakit hewan menular yang disebabkan oleh virus yang menyerang hewan ternak seperti sapi, kerbau, kambing, dan babi namun tidak menular ke manusia.
 
Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. drh. R. Wasito, M.Sc., Ph.D., mengatakan gejala paling umum dari ternak yang terinfeksi PMK adalah demam dan pembentukan lepuh, bisul serta koreng pada mulut, lidah, hidung, kaki, dan puting. Bahkan, terdapat lesi pada kaki dan sela jari kaki.
 
Bagi ternak yang terinfeksi biasanya mengalami depresi, enggan bergerak, dan hilang nafsu makan, sehingga dapat menyebabkan penurunan produksi susu, turunnya berat badan, dan buruknya pertumbuhan. “Hewan terinfeksi juga mungkin memiliki cairan hidung dan air liur berlebihan,” ujarnya dilansir dari laman UGM, Senin, 9 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski wabah ini terjadi di Jawa Timur, namun penularan PMK perlu diantisipasi agar tidak mewabah ke daerah atau provinsi lain. Oleh karena itu, Wasito menyarankan agar tidak ada lalu lintas ternak antarkabupaten/kota di daerah yang menjadi sumber wabah. “Hentikan  lalu lintas produk pertanian mentah maupun olahan,” katanya.
 
Di samping itu juga dilakukan pengawasan  transportasi ketat, yaitu terutama kendaraan dan manusia yang akan keluar dari daerah wabah. Perlu diperketat pos-pos pemeriksaan untuk lalu Lintas Hewan.
 
Tidak kalah lebih penting menurut Wasito adalah segera dilakukan bio surveillance serentak pada semua hewan ternak yang mungkin dapat tertular PMK, termasuk hewan ternak dan hewan liar yang ada di Kebun Binatang. “Harus dapat  diisolasi PMK, ditentukan serotype-nya, dilakukan sequencing dan phylogenetic,” katanya.
 
Tidak cukup sampai di situ, pihak terkait dan berwenang juga harus melakukan vaksinasi di daerah yang ditengarai menjadi lokasi wabah PMK tersebut. Sementara di seluruh kandang ternak dilakukan disinfektansi di daerah dan di luar sekitar wabah.
 
Kejadian wabah PMK yang menjangkit ternak di Jawa Timur ini menjadi perhatian Wasito sebab sejak 1990 Indonesia bebas dari penyakit mulut dan kuku ini. Namun, jika sekarang ini bisa terjadi wabah dan penularan yang begitu masif, Wasito menengarai masuknya penyakit tersebut berasal dari impor ternak atau daging dari negara yang endemik PMK.
 
Baca juga:  Wabah Penyakit Mulut Merebak, Pemprov Jatim Tutup Pasar Hewan di 4 Kabupaten
 
“Pejabat terkait perlu dipanggil dan dimintai pertanggungjawaban. Hal itu sangat perlu dilakukan demi penuntasan kasus PMK dan pembelajaran demi masa depan pertanian yang optimal,” pungkasnya.
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif