Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Ali Ghufron Mukti. Foto: Antara
Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Ali Ghufron Mukti. Foto: Antara

Penemuan Obat Covid-19 Harus Melewati Prosedur Panjang

Pendidikan Virus Korona Riset dan Penelitian
Muhammad Syahrul Ramadhan • 06 Agustus 2020 20:34
Jakarta: Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Kementerian Riset dan Tekonologi/Badan Riset Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) Ali Ghufron Mukti menyampaikan penemuan sebuah obat melewati proses panjang. Ada tahap-tahap yang mesti dilakukan.
 
Ia menjelaskan orang yang melakukan penelitian obat harus terlebih dahulu menyusun proposal. Selanjutnya, proposal tersebut harus mendapat persetujuan dari komite etik penelitian kedokteran berupa ethical clearance.
 
Di setiap perguruan tinggi yang memiliki fakultas kedokteran memiliki komite etik ini. "Jadi tidak ujug-ujug saya menemukan obat ini. Ada prosedurnya," kata Ghuforn dalam diskusi daring di kanal YouTube Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kamis, 6 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, kepastian lolos ethical clearance penting untuk menjamin keamanan obat tersebut. Sebab, jika dosisnya salah, obat itu bisa menjadi racun dan justru merusak ginjal.
 
"Karena obat, orang bilang medikamentosa. Artinya bisa dua, yaitu obat, tapi bisa racun," ucap Ghufron.
 
Baca:Profesor Merupakan Jabatan Akademik, Bukan Sembarang Label
 
Ghufron mengatakan, obat bukan satu-satunya faktor yang membuat seseorang bisa sembuh dari covid-19. Ia mengatakan, pasien covid-19 yang tidak minum obat juga bisa sembuh.
 
"Covid-19 kalau daya tahan tubuh dia bagus, enggak usah minum apa-apa, asal daya tahan tubuh bagus bisa menghancurkan virus, virusnya juga mati," ujarnya.
 
Ia menambahkan, sebuah obat yang diklaim bisa menyembuhkan covid-19 harus diuji efektivitasnya. Bisa saja, kata dia, hal itu sebuah kebetulan.
 
"Kalau diteliti itu ada sample size, ada ukurannya berapa, kita bisa mengambil keputusan apakah ini kebetulan by chance. Atau ini sebetulnya memang mempresentasikan, sehingga bisa mengambil kesimpulan," jelasnya.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif