Laman Ruangempati. Foto; ITB/Humas
Laman Ruangempati. Foto; ITB/Humas

ITB Sediakan Ruang Curhat Daring dengan Psikoterapi Seni

Pendidikan Virus Korona Riset dan Penelitian
Citra Larasati • 25 Mei 2020 13:04
Jakarta: Pandemi covid-19 tidak hanya menimbulkan permasalahan dari sisi ekonomi, namun juga kesehatan mental masyarakat. Institut Teknologi Bandung (ITB) membuat inovasi 'ruang curhat' daring dengan menggunakan metode psikoterapi seni, yang bertujuan ingin mengurangi kecemasan orang dengan aktivitas seni.
 
Oleh karena itu, tim dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) dan Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB bekerja sama dengan Psikiater RS Melinda 2 menghadirkan situs untuk konsultasi virtual dan terapi seni ruangempati.com guna menjaga kesehatan mental, terutama semasa pandemi.
 
“Kami berpikir bahwa mungkin sisi psikologis masyarakat belum menjadi fokus pemerintah atau masyarakat luas, yang terpikirkan itu biasanya mengenai alat pelindung diri," ujar Dr. Ira Adriati S.Sn, M.Sn dosen Seni Rupa ITB, dikutip dari laman ITB, Senin, 25 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Padahal, kata Ira, sisi mental itu penting, sebab jika mental jatuh, imunitas tubuh juga bisa turun. Jika imunitas turun, maka tubuh pun akan rentan terhadap penyakit. "Oleh sebab itu, kami sepakat untuk membantu di wilayah kejiwaan,” terang Ira.
 
Baca juga:RDT Covid-19 Produk Indonesia Segera Diluncurkan
 
Sejak 18 Maret 2020, tim sudah mulai membahas bentuk layanan kejiwaan yang akan dihadirkan. Karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk tatap muka, media yang ingin dihadirkan berbentuk website.
 
Proses pembuatan website yang membutuhkan waktu dan persiapan yang cukup panjang. Untuk itu dihadirkan pula sosial media berupa akun Instagram @ketik.hasaka.
 
Website ruangempati.com menghadirkan dua fitur utama yaitu konsultasi dan psikoterapi seni. Untuk konsultasi akan disediakan kontak psikiater sehingga pengguna dapat langsung berkonsultasi.
 
Sedangkan untuk psikoterapi seni akan disediakan aktivitas-aktivitas seni rupa untuk menyalurkan emosi dan diharapkan setelah melakukan kegiatan seni tersebut mental pengguna akan menjadi lebih baik. Pengunjung juga bisa bercerita mengenai kondisinya di ruangempati.com dengan pendamping-pendamping yang sudah terlatih dan siap.
 
Menurut Ira, psikoterapi seni bertujuan ingin mengurangi kecemasan orang dengan aktivitas seni. Terkadang masyarakat tidak sadar bahwa seni bisa menjadi proses terapeutik, contohnya mewarnai.
 
Sebetulnya, kata Ira, saat melakukan aktivitas seni itu emosi manusia akan tersalurkan. Kemudian juga kalau konsultasi tidak semua orang terbuka, ada yang malas bicara dan tidak bisa ngobrol dengan orang yang tidak dikenal tapi merasa butuh orang, butuh teman.
 
"Dengan media seni mereka mengerjakan dan bisa dibaca kondisi emosinya seperti apa, dan mereka bisa dibantu tanpa orangnya harus cerita, menggunakan bahasa-bahasa visual dari karya yang dikerjakan,” ujar Ira.
 
Ia melanjutkan, penggunaan seni dalam terapi untuk mengurangi kecemasan memang memiliki panduan tersendiri yang digunakan oleh ahlinya. Oleh sebab itu, tim merekrut relawan untuk dilatih mengenai psikoterapi seni termasuk di dalamnya membaca hasil dan dihubungkan dengan kesehatan mental.
 
Nantinya, jika pengguna dirasa perlu berkonsultasi berdasarkan hasil psikoterapi seninya, maka akan dikonsultasikan dengan psikiater. Pada tahap awal, pengguna fitur psikoterapi seni masih terbatas sekitar 20 orang dalam sehari, karena keterbatasan jumlah relawan untuk mendampingi pengguna.
 
Untuk pengunjung websitenya sendiri tidak terbatas, di dalam websitenya juga akan disediakan informasi mengenai tips and trick berupa video atau tulisan untuk menghadapi kondisi kekinian. Diharapkan muncul ide-ide sendiri mengenai kegiatan yang bisa dilakukan untuk menyalurkan emosi sehingga tidak harus berkonsultasi dengan psikiater.
 
“Websitenya gratis, tidak ada biaya yang harus dikeluarkan pengguna sama sekali, konsultasi ke psikiaternya juga gratis. Betul-betul ini adalah pengabdian kepada masyarakat,” pungkasnya.
 
Adapun, tim yang tergabung dalam proyek Ruangempati di antaranya Dr. Irma Damajanti, Dr. Intan M ( FSRD), Dr. Yusep (STEI), dr. Teddy Hidayat, Sp K., dr Elvien, Sp. K, dan Dr. Shelly. Website ruangempati sendiri diluncurkan resmi 2 Mei 2020 dan telah endapat apresiasi dari Dansatgas Kesehatan RS Darurat covid-19 Brigjen Agung Hermawanto, Sp.Kj. Saat ini pengguna dapat melakukan konsultasi secara online.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif