Peneliti Laboratorium Unpad, Unang Supratman (kiri) dan Ronny Lesmana (kanan). Foto: Humas/Unpad
Peneliti Laboratorium Unpad, Unang Supratman (kiri) dan Ronny Lesmana (kanan). Foto: Humas/Unpad

Unpad Ubah Disinfektan Jadi Hand Sanitizer

Pendidikan Virus Korona Pendidikan Tinggi
Ilham Pratama Putra • 18 Maret 2020 11:57
Jakarta: Universitas Padjadjaran (Unpad) membuat hand sanitizer atau cairan antiseptik dari cairan disinfektan. Disinfektan yang sejatinya diperuntukkan sebagai produk pembersih lantai dan alat rumah tangga lainnya, dimanfaatkan Unpad sebagi bahan baku handsanitizer.
 
Peneliti laboratorium Unpad, Unang Supratman dan Ronny Lesmana menyebut, bahan disinfektan ini telah diracik sedemikian rupa. Agar layak digunakan dan tidak merusak kulit.
 
“Disinfektan ini aman untuk dipakai sebagai sanitizer, sehingga kami formulasikan di produk hand sanitizer ini,” ujar Ronny dikutip dari laman Unpad, Rabu, 18 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penggunaan disinfektan ini untuk menanggulangi minimnya ketersedian bahan antiseptik. Unpad akhirnya memproduksi hand sanitizer-nya sendiri untuk selanjutya disebarkan ke masyarakat.
 
"Secara formulasi, hand sanitizer Unpad mengandung alkohol 70 persen, air, hidrogen peroksida, gliserol, minyak esensial, serta disinfektan khusus," ungkap Ronny.
 
Awalnya ide ini tercetus saat Unpad merasa perlunya hand sanitizer tambahan di lingkungan kampus. Saat melakukan penelitian, apakah disinfektan bisa dimanfaatkan, salah satu industri mendukung langkah Unpad.
 
"Salah satu mitra, PT. Mondave International bersedia menyuplai bahan baku khusus, berupa disinfektan terstandar lab BSL 3. Disinfektan ini diimpor secara resmi dari benua Eropa," terang dia.
 
Berdasarkan kajian, formula disinfektan tersebut ampuh membunuh virus Herpes Simplex, Poliovirus Type 2, hingga Bacteriophage T2 dan Herpes Simplex Type 1. Logikanya kata Ronny, segala virus akan mati dengan komposisi disinfektan itu.
 
"kalau virus jenis lain mati, virus yang lain (Coronavirus) kemungkinan mati juga, sehingga efektivitasnya jadi lebih tinggi, tidak sekadar hanya menggunakan alkohol dan H2O2,” kata Ronny.
 
Lebih lanjut, Unang menjelaskan, secara keseluruhan kandungan produk hand sanitizer buatannya sesuai dengan standar BPOM. Pihaknya hanya menyusun formula baru.
 
"Dengan menambahkan disinfektan khusus tersebut. Agar lebih efektif menangani virus, jamur, dan bakteri," jelas Unang.
 
Unang menyebut, tambahan kandungan minyak esensial herbal juga berfungsi ganda. Selain mengeluarkan aroma wangi, juga turut meningkatkan kemampuan hand sanitizer dalam membunuh virus.
 
"Dalam hal ini, produk minyak esensial yang digunakan berasal dari jeruk. Jeruk mengandung limonen yang bisa meningkatkan daya bunuh bakteri dan virus. Jadi produk kita ada kandungan herbal dan ada kandungan khususnya,” lanjut Unang.
 
Setelah menjadi produk internal Unpad, produk ini akhirnya dijual di pasaran dengan harga yang lebih murah dibandingkan produk pasar lainnya. Bahkan Unang mengaku permintaan pasokan cukup tinggi di beberapa wilayah.
 
“Produk ini dibuat bukan semata untuk Coronavirus, tetapi untuk pola hidup sehat, terutama di Unpad,” pungkas Unang.

 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif