Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Survei Unand: Sumbar Punya Modal Sosial Kuat Hadapi Pandemi

Pendidikan Virus Korona Riset dan Penelitian
Antara • 12 Mei 2020 19:05
Padang: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas (Unand), Padang, melakukan survei terkait situasi sosial warga Sumatra Barat, di tengah pandemi virus korona (covid-19). Hasilnya, Unand mencatat warga Sumbar punya modal sosial yang kuat menghadapi pandemi.
 
"Survei menunjukkan solidaritas sosial warga Sumbar menggembirakan, terlihat dari kesukarelaan sosial masyarakat bersedia membantu masyarakat lain yang terdampak covid-19 dalam bentuk materi cukup tinggi, mencapai 46,4 persen," kata Koordinator Tim Tanggap Darurat Covid-19 Fisip Unand Aidinil Zetra melansir Antara, Selasa, 12 Mei 2020.
 
Hasil lainnya, 28,3 persen dari 1.010 responden menyatakan bersedia memberikan bantuan tenaga kepada warga lainnya yang terdampak covid-19. Sedangkan, ada 56 persen responden bersedia memberikan sumbangan pikiran, informasi, dan nasihat. Ada 5,6 persen responden siap menyediakan tempat isolasi bagi warga yang terdampak covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ada sejumlah kecil warga, yaitu 0,7 persen, yang tidak bersedia membantu dengan alasan itu adalah tugas pemerintah, tetapi ini jumlahnya amat kecil," kata Aidinil.
 
Baca:Obat Antikorona Herbal Didorong Segera Uji Klinis
 
Kesediaan untuk saling bantu, menurut dia, merupakan modal sosial yang bisa dikembangkan untuk melawan covid-19. "Caranya adalah dengan mengoptimalkan fungsi posko covid-19 yang ada di lingkungan terendah guna mengakomodasi modal sosial dan solidaritas sosial warga untuk membantu mereka yang terdampak," katanya.
 
Ia menambahkan, warga yang hendak membantu bisa menyalurkan bantuan lewat posko untuk disampaikan kepada warga lain yang terdampak wabah. Aidinil mengatakan covid-19 tidak bisa dilawan hanya dengan mengandalkan sumber daya yang ada di pemerintah.
 
"Kita perlu bersama-sama dengan semua pemangku kepentingan, pemimpin formal dan pemimpin informal bekerja sama membangun solidaritas dan mengembangkan modal sosial yang dimiliki untuk saling membantu," ungkapnya.
 
Tanpa upaya bersama, dia mengatakan, warga yang terserang penyakit bisa semakin banyak dan fasilitas kesehatan bisa kewalahan menangani pasien. "Jika ingin masyarakat tetap berada di rumah untuk memutus mata rantai penyebaran maka mari optimalkan posko tanggap darurat covid-19 di lingkungan terendah," ujarnya.
 

(AGA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif