NEWSTICKER
BLI KLHK berhasil memproduksi disinfektan dari cuka kayu dan bambu (asap cair). Foto: KLHK
BLI KLHK berhasil memproduksi disinfektan dari cuka kayu dan bambu (asap cair). Foto: KLHK

KLHK Kembangkan Disinfektan dari Cuka Kayu dan Bambu

Pendidikan Virus Korona
Medcom • 21 Maret 2020 17:38
Jakarta: Badan Penelitian, Pengembangan, dan Inovasi (BLI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berhasil memproduksi disinfektan dari cuka kayu dan bambu (asap cair). Disinfektan ini diharapkan bisa turut mengerem penyebaran virus korona baru yang menjadi pemicu wabah covid-19.
 
Dari hasil Penelitian dan Pengembangan Pusat Litbang Hasil Hutan (P3HH) ini, diproduksi pula hand sanitizer dengan formula asap cair (cuka kayu), borneol, etanol, dan gliserol. Pemakaiannya telah diujicobakan untuk lingkungan kantor dan dibagikan kepada para pegawai di lingkungan Perkantoran BLI Kampus Gunung Batu, Kota Bogor, Jawa Barat.
 
"Hasil pengujian asap cair kayu dan bambu terhadap kuman dari eksperimen yang dilakukan, cukup dengan 1 persen sudah efektif," kata Prof Gustan Pari, peneliti P3HH, BLI KLHK, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 21 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dijelaskan Gustan, uji toksisitas asap cair kayu dan bambu sebagai disinfektan dilakukan bersama Ratih Damayanti dan tim. Riset ini menggunakan mikroorganisme bakteri yang terdapat pada telapak tangan dan udara di Laboratorium Mikrobiologi Hutan-Pusat Litbang Hutan, Kota Bogor.
 
Hasilnya, asap cair kayu dan bambu dengan konsentrasi 1 persen memiliki kemampuan lebih baik dalam menghambat pertumbuhan mikroorganisme dibandingkan etanol (alkohol) 70 persen yang selama ini sering dijadikan bahan dasar disinfektan.
 
"Asap cair yang diproduksi BLI layak dijadikan sebagai disinfektan, terutama di tengah kelangkaan produk disinfektan di pasaran. Ini akan segera diproduksi massal untuk dibagikan ke lingkungan masyarakat yang membutuhkan," kata Gustan.
 
Baca:Madrasah di Kalsel ProduksiHand SanitizerTanpa Alkohol
 
Penyemprotan disinfektan yang dilakukan di seluruh ruangan kerja BLI lingkup Gunung Batu ini merupakan respon BLI menindaklanjuti Surat Edaran Menteri LHK Siti Nurbaya tentang pencegahan penyebaran Covis-19. Salah satu upaya pencegahannya adalah dengan menyemprotkan disinfektan pada sarana prasarana gedung atau kantor, menerapkan budaya hidup bersih, dan menjaga lingkungan sekitar.
 
Menteri LHK Siti Nurbaya menyambut baik hasil inovasi BLI KLHK ini, sebab bisa mengurangi dampak penyebaran virus korona. "Semua pihak harus bergotong royong mengupayakan pencegahan virus berbahaya ini,” kata Siti.
 

(UWA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif