Inovasi mahasiswa ITS, mengolah kulit pisang jadi abon. Foto: Dok. ITS
Inovasi mahasiswa ITS, mengolah kulit pisang jadi abon. Foto: Dok. ITS

Kulit Pisang di Tangan Mahasiswa ITS Bisa Jadi Abon Lezat dan Bergizi

Pendidikan penelitian inovasi Riset dan Penelitian ITS Mahasiswa
Citra Larasati • 08 Mei 2022 16:51
Jakarta:  Abon berbahan dasar daging tentu sudah lazim dijumpai. Bagaimana dengan abon dari kulit pisang? Inilah ide inovasi produk makanan yang ditawarkan tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Memiliki efek antidepresi, abon kulit pisang ini tersedia dalam berbagai rasa yang enak.
 
Sebagai ketua tim, Fadhila Rosyidatul ‘Arifah menerangkan bahwa ia dan tim memilih kulit pisang sebagai bahan baku abon sebab melihat penumpukan kulit pisang sisa industri makanan berbahan baku pisang. “Kami melakukan seleksi terhadap kulit pisang yang akan digunakan sehingga memiliki nutrisi yang baik, masih segar, dan layak diolah,” ungkap Fadhila, dilansir dari laman ITS, Minggu, 8 Mei 2022.
 
Mahasiswa Departemen Teknik Material ITS ini juga mengungkapkan alasan lain mereka memilih kulit pisang sebagai bahan baku. Dikatakan olehnya, kulit pisang diketahui mengandung banyak nutrisi, salah satunya adalah serotonin. Kandungan yang disimpan dalam bentuk vitamin B6 ini sendiri mampu mengurangi efek depresi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk menggaet target pasar yang lebih luas, mereka menginovasikan abon kulit pisang dengan berbagai rasa. Adapun rasa yang tersedia yaitu, coklat, red velvet, matcha, rumput laut, ayam, sapi, dan ikan bakar. “Dengan banyaknya rasa yang tersedia, S&S Abon diharapkan mampu bertahan dengan banyaknya selera konsumen,” jelasnya.
 
Tidak hanya tentang rasa, mereka juga memikirkan aspek pengemasan S&S Abon. Abon ini dikemas dengan kemasan ziplock berhias gambar maskot S&S Abon dengan warna yang menarik. Meski demikian, S&S Abon tetap memiliki harga yang relatif terjangkau, yaitu 10 ribu rupiah untuk kemasan 100 gram.
 
Dalam rancangan pemasaran produk sendiri, tim ini berencana memanfaatkan media penjualan daring dan sosial media. Inovasi ini pun berhasil mengantarkan Fadhila dan dua temannya, Intan Mey Setyaningrum dari Teknik Fisika, dan Sri Irna Solihatun Ummah dari Departemen Matematika, menyabet medali perak dalam Business Model Canvas Competition (BMCC) di Universitas Brawijaya.
 
Baca juga: Atasi Kendala Praktik Biologi, 3 Mahasiswa UNESA Rancang Aplikasi Laboratorium Virtual
 
Ke depannya, tim yang dibimbing Erna Septyaningrum ST MT, ini berharap produk ini dapat diuji lebih lanjut dan dapat diedarkan ke pasaran. “Harapannya, produk ini dapat memberikan manfaat kepada masyarakat dan dapat dipasarkan dalam skala nasional hingga internasional,” tandasnya. 
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif