CardWatch. Foto: Dok. UI
CardWatch. Foto: Dok. UI

CardiWatch, Aplikasi Pemeriksa Kesehatan Jantung Berbiaya Rendah

Pendidikan Kenaikan PPh inovasi Pendidikan Tinggi Riset dan Penelitian Universitas Indonesia
Citra Larasati • 28 Mei 2021 15:46
Jakarta:  Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI) mengembangkan inovasi berupa aplikasi pemeriksaan khusus kesehatan jantung dan penyakit kardiovaskular.  Aplikasi bernama CardiWatch ini merupakan aplikasi low-cost dengan layanan tindakan pencegahan. 
 
Aplikasi ini dikembangkan oleh Clouddian Fazalmuttaqin, Nathasya Eliora Kristianti, Douglas Raevan Faisal, dan Adam Maulana. Screening awal berbasis photoplethysmograph (PPG) digunakan untuk monitoring detak jantung, dengan melihat perubahan volume darah dalam pembuluh darah, dan konsultasi seputar kesehatan jantung dan penyakit kardiovaskular langsung dengan dokter spesialis jantung.
 
Penciptaan aplikasi ini berawal dari keinginan tim untuk dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di bidang teknologi kesehatan dengan memuat teknologi yang ramah pengguna, khususnya masyarakat awam. Selain itu, adanya fakta bahwa penyakit jantung adalah penyebab kematian nomor satu di Indonesia, bahkan di dunia, juga melatarbelakangi pembuatan aplikasi ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kami percaya, dengan teknologi semua orang dapat ikut serta dalam pencegahan, mendeteksi, dan meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan jantung,” ujar Clouddian, dalam keterangannya, Jumat, 28 Mei 2021.
 
Fitur utama aplikasi ini adalah screening Arrhythmia, yaitu kondisi gangguan pada irama jantung. Untuk dapat melakukan screening, pengguna hanya meletakkan salah satu jari mereka pada gawai pintar yang telah ter-install di aplikasi CardiWatch dengan posisi menutupi kamera belakang dan flash.
 
Baca juga:  Kampus Punya Peran Penting Luruskan Hoaks Soal Vaksin Covid-19
 
Setelah itu, hasil screening akan ditampilkan kepada pengguna yang berisi beats per minutes (bpm) jantung dan indikator Arrhythmia atau tidak.  Berkat inovasi tersebut, Clouddian bersama tim berhasil mengamankan posisi mereka sebagai finalis di ajang Imagine Cup 2021 yang diselenggarakan oleh Microsoft.
 
Kompetisi ini melibatkan para ahli teknologi muda dari seluruh dunia untuk mempromosikan adaptasi platform, memperluas akses pasar, dan mencari talenta terbaik.  Imagine Cup menitikberatkan pada inovasi yang mengubah cara hidup manusia, tentang solusi, dan aplikasi yang bisa menyelamatkan nyawa manusia.
 
Kompetisi ini menjadi wadah bagi peserta untuk mengembangkan jawaban yang efektif guna meningkatkan gaya hidup masyarakat di seluruh dunia, melalui ide-ide teknologi yang mereka ciptakan.
 
“Pencapaian para mahasiwa kami ini menunjukkan bahwa materi pengajaran di bangku kuliah dapat memberi solusi terhadap permasalahan di masyarakat,” kata Pejabat Dekan Fasilkom UI, Petrus Mursanto.
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif