Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Kemenristek Fokus Berkolaborasi Bangun Kemandirian Vaksin Nasional

Pendidikan Virus Korona Riset dan Penelitian
Muhammad Syahrul Ramadhan • 03 Juli 2020 22:06
Jakarta: Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) fokus menguatkan kolaborasi dalam pengembangan vaksin untuk penanganan virus korona (covid-19). Kolaborasi ini guna membangun kemandirian vaksin nasional.
 
"Tujuan dari upaya ini adalah membangun kemandirian nasional pada akses vaksin yang efektif dan aman. Sehingga, harus dipastikan bahwa kolaborasi internasional dalam pengembangan vaksin akan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Indonesia," kata Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19, Ali Ghufron Mukti, melalui siaran pers, Jumat, 3 Juli 2020.
 
Ghufron mengatakan, sejak dibentuk awal Maret 2020, fokus utama Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 adalah pengembangan vaksin untuk penanganan covid-19. Hal ini sebagai upaya nasional menuju kemandirian akses vaksin yang aman dan efektif.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam hal produksi dan distribusi vaksin, Kemenristek/BRIN berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian BUMN, Bio Farma, dan Kalbe Farma. Kemenristek juga melibatkan sejumlah ahli dari departemen penelitian di berbagai universitas, Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) dan LBM Eijkman sebagai lembaga penelitian yang diberikan kewenangan untuk mengembangkan vaksin di Indonesia.
 
Baca:Menristek: Menumbuhkan Ekonomi Harus Berbasis Inovasi
 
Ia menjelaskan LBM Eijkman saat ini sedang mengembangkan vaksin melalui metode sub unit protein rekombinan menggunakan strain coronavirus yang berasal dari Indonesia. Metode ini dipilih karena Indonesia memiliki teknologi dan pengalaman, serta terbiasa mengembangkan metode pengembangan vaksin dengan metode tersebut.
 
"Upaya pengembangan produksi vaksin lokal bertujuan untuk menemukan jenis vaksin tertentu yang cocok untuk jenis virus corona di Indonesia, yang kemungkinan memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan dengan jenis virus di negara lain," paparnya.
 
Hingga saat ini, kata dia, Indonesia telah menyerahkan 16 Whole Genome Sequence (WGS) ke Global Science Initiative and Primary Source for Genomic (GISAID), yang terdiri dari 10 WGS hasil penelitian dari LBM Eijkman, dan enam WGS dari Universitas Airlangga (Unair).
 
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyebut pengembangan vaksin ini sejalan dengan instruksi Presiden dalam upaya percepatan penanganan covid-19 untuk mendukung keamanan kesehatan Indonesia. Retno sepakat jika sinergi dan kolaborasi semua pihak, baik di dalam negeri maupun internasional, amat dibutuhkan dalam pengembangan dan produksi vaksin.
 
"Sinergi dan kerja sama berbagai pihak antar negara sangat penting sebagai upaya mempercepat penanganan pandemi covid-19," ungkap Retno.
 

(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif