Covent-20, ventilator yang tengah dikembangkan peneliti UI. Foto: Dok.UI
Covent-20, ventilator yang tengah dikembangkan peneliti UI. Foto: Dok.UI

100 Ventilator Buatan UI Akan Disebar ke RS Rujukan Covid-19

Pendidikan Virus Korona Riset dan Penelitian
Medcom • 02 Juni 2020 00:28
Jakarta: Sebanyak 100 ventilator buatan Universitas Indonesia akan disebar ke sejumlah rumah sakit rujukan penanganan covid-19. Pendistribusian ventilator yang diberi nama Covent-20 ini digagas PT Ceria Nugraha Indotama (CNI).
 
"Sebagai tahap awal, sebanyak empat ventilator telah kami sumbangkan ke dua rumah sakit, yakni RSUD Cibinong, Kabupaten Bogor dan RSUD Benyamin Galuh, Kabupaten Kolaka," kata Direktur Utama PT CNI, Derian Sakmiwata, melalui keterangan tertulis, Senin, 1 Juni 2020.
 
Ia berharap bantuan ini bisa meringankan beban rumah sakit dalam menangani pasien terjangkit covid-19. Pemilihan Covent-20 sebagai aksi donasi ini, kata dia, juga sebagai upaya mendukung karya anak bangsa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ventilator Covent-20 telah dinyatakan lulus uji produk untuk mode ventilasi continuous positive airway pressure (CPAP) dan continuous mandatory ventilation (CMV) di Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Jakarta, pada 29 April 2020. Selanjutnya, Covent-20 dijadwalkan untuk proses pra-uji di Indonesian Medical Education and Research Institute Fakultas Kedokteran UI (IMERI FKUI). Uji klinis juga dilakukan di rumah sakit yang ditunjuk.
 
Pada tahap awal, UI menargetkan akan memproduksi 1.000 ventilator dalam waktu satu bulan untuk diserahkan kepada RS rujukan COVID-19 melalui kolaborasi penggalangan donasi dari berbagai pihak. Donasi dikoordinasikan oleh Ikatan Alumni Fakultas Teknik UI (ILUNI FTUI).
 
Baca: Gandeng Swasta, UI Siap Produksi 100 Ventilator Covent-20
 
Covent-20 merupakan hasil kolaborasi dari para peneliti di Fakultas Teknik UI (FTUI), Fakultas Kedokteran UI (FKUI), Rumah Sakit UI (RSUI), Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Jakarta Jurusan Teknik Elektromedik, dan RSUP Persahabatan Jakarta.
 
Keunggulan ventilator ini, selain biaya produksinya lebih hemat, juga lebih compact, mudah dibawa, hemat energi, serta mudah dioperasikan. Alat ini diklaim aman bagi pasien dalam pengawasan (PDP) maupun pasien positif covid-19 untuk perjalanan dari rumah atau ruangan observasi ke ruangan isolasi.
 
Ketua Tim Ventilator UI Basari menjelaskan Covent-10 adalah ventilator multimode. Berguna bagi pasien PDP yang masih sadar.
 
"Jadi, hanya perlu dibantu diberikan oksigen ke paru-paru," kata dia.
 
Dekan FTUI Hendri DS Budiono menuturkan biaya pembuatan Covent-20 lebih rendah bila dibandingkan dengan tipe ventilator portabel komersial yang tersedia saat ini.
 
"Alat ini juga hemat energi karena menggunakan baterai lithium-ion. Alat ini menggunakan filter bakteri sehingga aman digunakan baik untuk PDP maupun pasien positif covid-19," kata dia.
 
Saat ini FTUI tengah menyiapkan kerja sama lini produksi dengan beberapa perusahaan sebagai mitra fabrikasi utama, baik BUMN maupun BUMD, untuk supply chain komponen ventilator.
 
"Kami berharap inovasi ini mampu memenuhi kebutuhan rumah sakit di Indonesia," ujar Hendri.
 

(UWA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif