Ilustrasi melihat hilal. Medcom id/Fajri Fatmawati
Ilustrasi melihat hilal. Medcom id/Fajri Fatmawati

Mengenal Hilal, Bulan Sabit Penentu Lebaran

Medcom • 29 April 2022 16:10
Jakarta: Tahukah Sobat Medcom, sistem penanggalan Hijriah berlandaskan atas pergerakan bulan. Inilah sebabnya penentuan 1 Syawal alias momen lebaran bergantung pada hilal.
 
Dikutip dari Ruangguru, hilal secara harfiah berarti “bulan sabit” dalam bahasa Arab. Lebih tepatnya, merupakan bulan sabit tipis yang berbentuk tepat setelah fase bulan baru, kurang lebih sekitar 12 jam usai fase tersebut.
 
Namun, tidak semua bulan sabit tipis bisa dikategorikan sebagai hilal. Dikatakan hilal apabila keberadaannya lebih tinggi dua derajat dari cakrawala saat matahari terbenam.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sayangnya, kemunculan hilal hanya bisa dilihat sebentar, yakni sekitar 15 menit sampai satu jam sebelum ikut tenggelam bersama matahari. Singkatnya durasi kemunculan hilal itu dikarenakan bumi berotasi lebih cepat daripada gerakan rotasi bulan.
 
Adapun usia hilal yang biasa diamati astronom masih kurang dari 12 jam dan ketinggiannya masih di bawah enam derajat dari cakrawala. Dengan ketinggian seperti itu, hilal akan terbenam kurang lebih sekitar 24 menit usai matahari tenggelam.
 
Bentuk tipis, durasi singkat, ditambah dengan cahaya senja yang masih terang tentu membuat proses menemukan hilal tidak mudah. Untungnya, sekarang tersedia peralatan pengamatan astronomi canggih, seperti teleskop yang dapat memudahkan pengamatan.
 
Apabila hilal terlihat, itu berarti malamnya sudah masuk awal bulan baru. Dalam konteks hilal awal Syawal, seluruh kegiatan ibadah yang dilakukan selama Ramadan akan berakhir saat malam itu pula. (Nurisma Rahmatika)
 
Baca: Begini Cara Observatorium Bosscha Lakukan Pengamatan Hilal Awal Ramadan 2022
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif