Dosen psikologi Universitas Airlangga (Unair) Afif Kurniawan. DOK Unair
Dosen psikologi Universitas Airlangga (Unair) Afif Kurniawan. DOK Unair

Dosen Unair Ditunjuk Jadi Psikolog Atlet Indonesia di ASEAN Para Games 2022

Renatha Swasty • 04 Agustus 2022 16:35
Jakarta: Dosen Psikologi Universitas Airlangga (Unair) Afif Kurniawan ditunjuk oleh Chef de Mission (CDM) Indonesia sebagai psikolog untuk mendampingi cabang olahraga (cabor) yang akan bertanding di ASEAN Para Games 2022. Asean Para Games berlangsung pada Selasa-Jumat, 30 Juli-5 Agustus 2022.
 
Bagi Afif, itu bukan kali pertama membantu tim Indonesia di ajang internasional. Sebelumnya, Afif dipercaya menjadi staf pelatih bidang pengembangan psikologi atlet Persebaya selama tiga musim berturut-turut mulai 2017 sampai 2020.
 
Dia juga banyak berkecimpung pada psikologi olahraga dan pendampingan atlet. Salah satunya, tim nasional baseball softball putri untuk Asean Games 2018. Termasuk, kerap menjadi observer analisis kebutuhan psikologis timnas basket di ASEAN Para Games.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Sebenarnya pada saat itu sudah ada peluang, namun belum menjadi penunjukan kepada saya dan baru ini. Di tahun 2022 ini akhirnya saya diberikan kesempatan dan diberikan kepercayaan juga untuk menjadi Psikolog atlet pada cabor-cabor prioritas yang akan berlaga di ASEAN Para Games,” kata Afif dikutip dari laman unair.ac.id, Kamis, 4 Agusus 2022.
 
Afif juga turut mendukung ketercapaian SDGs Ke-3 (kesehatan yang baik) dan Ke-5 (Kesetaraan atlet perempuan dan hak atlet dengan disabilitas). Dia tidak hanya bekerja sebagai psikolog pendamping yang hanya berfokus pada performa, tapi juga misi global dunia terkait SDGs.
 
“Peran psikolog memastikan kondisi psikologis atlet ini dari pra-latihan, latihan, pra-pertandingan, pertandingan hingga pasca-pertandingan. Semuanya harus ada pada level optimal. Tentu tahap awalnya melakukan observasi,” ujar dia.
 
Afif menuturkan kondisi atlet dapat diketahui dengan baik melalui pengumpulan data akurat dan terukur. Misalnya, mengetahui kondisi latar belakang, profil keluarga, dan lain-lain.
 
Sebab, tanpa data awal tersebut tidak mungkin psikolog bisa menyampaikan sesuatu yang sifatnya menyentuh atau motivasi. Selanjutnya, berinteraksi dan melakukan beberapa sesi pendekatan di luar latihan.
 
Adapun beberapa metode intervensi psikologis untuk memastikan konsentrasi dan menentukan level dari kecemasan atlet. Mantan psikolog Persebaya itu menuturkan atlet sejatinya harus menikmati pertandingan.
 
Dia juga memberikan dorongan untuk atlet yang tidak menguasai keadaan, minder, bahkan putus asa. “Atlet adalah representasi dari versi terbaik yang kalian miliki dan kalian adalah inspirasi bagi banyak orang, masuk ke lapangan dan selamat menginspirasi banyak orang melalui apa yang rekan-rekan perjuangkan dan selamat menikmati pertandingan,” katanya menyemangati atlet.
 
Baca juga: Sumbang Emas di ASEAN Para Games ke-11, Firza Diganjar Beasiswa dari Unesa

 
(REN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif