Kemenristekdikti Petakan Dosen Hadapi Pembelajaran Daring
Dirjen Sumber Daya Iptek dan Dikti Kemenristekdikti Ali Ghufron Mukti. (Foto: Antara/Widodo S. Jusuf).
Jakarta: Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) memetakan tenaga dosen untuk menghadapi pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring. Pemetaan dilakukan berdasarkan usia sang dosen.

Dirjen Sumber Daya Iptek dan Dikti Kemenristekdikti Ali Ghufron Mukti menyebutkan jumlah dosen yang berusia 53-71 tahun sebanyak 24.381 orang. Kemudian dosen berusia 37-52 tahun sebanyak 142.020 orang, sementara tenaga dosen milenial yang berumur 18-36 tahun sebanyak 113.965 orang.


"Dosen yang kami petakan ini merupakan dosen yang ada di semua kementerian, seperti Kemenristekdikti maupun Kementerian Agama," ujar Ali dilansir dari Antara, Jakarta, Selasa, 27 Februari 2018.

Menurutnya, pemetaan berdasarkan usia memudahkan Kemenristekdikti untuk melakukan dan bimbingan terhadap pembelajaran daring. Pasalnya, dosen kategori usia milenial lebih mudah lantaran akrab dengan dunia digital.

"Nantinya, dosen tak hanya sekadar mengajar saja, tetapi lebih dari sekadar fasilitator yang membimbing mahasiswanya," tegas dia.

Kemenristekdikti juga berencana membentuk universitas siber yang bertugas memastikan kualitas pembelajaran daring. Universitas siber tersebut akan memastikan apakah perguruan tinggi yang menyelenggarakan pembelajaran daring sesuai dengan yang ditetapkan mulai dari tutor, tatap muka hingga tugas yang diberikan. Begitu juga dengan praktik laboratorium.

Sebelumnya, Menristekdikti Mohamad Nasir menargetkan ada sekitar 400 perguruan tinggi yang menyelenggarakan pembelajaran daring pada tahun ini. Saat ini sudah ada 51 perguruan tinggi yang menyelenggarakan pembelajaran daring. Dari 51 perguruan tinggi tersebut, ada 32 perguruan tinggi swasta yang menyelenggarakan pembelajaran daring campuran yakni kombinasi tatap muka dan daring.



(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id