Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Muhammad Ali Ramdhani. DOK Kemenag
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Muhammad Ali Ramdhani. DOK Kemenag

6.219 Santri Pendidikan Diniyah Formal Bakal Ikut Imtihan Wathani

Renatha Swasty • 17 Februari 2022 18:12
Jakarta: Kementerian Agama (Kemenag) akan menyelenggarakan Ujian Akhir Berstandar Nasional atau Imtihan Wathani tahun ajaran 1443 H/2022 M bagi santri Pendidikan Diniyah Formal (PDF). Pendidikan Diniyah Formal adalah pendidikan pesantren yang diselenggarakan pada jalur pendidikan formal sesuai kekhasan pesantren yang berbasis kitab kuning secara berjenjang dan terstruktur.
 
Saat ini ada tiga jenjang PDF, yakni Ula (setingkat MI/SD, Wustha (setingkat MTs/SMP), dan Ulya (setingkat MA/SMA/SMK).
 
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Muhammad Ali Ramdhani, mengatakan Imtihan Wathani akan berlangsung selama tiga hari pada 26-28 Februari 2022. Ujian akan diikuti 6.219 santri dari 86 PDF yang telah mendapatkan izin operasional.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Penyelenggaraan Imtihan Wathani bertujuan mengukur capaian kompetensi santri PDF selama mengikuti proses pembelajaran. Sudah barang tentu dalam pelaksanaannya akan mematuhi protokol kesehatan,” ujar Ramdhani dikutip dari laman kemenag.go.id, Kamis, 17 Februari 2022.
 
Ramdhani menjelaskan pelaksanaan Imtihan Wathani untuk menjaga mutu PDF sebagai bagian dari entitas pendidikan pesantren. Hal ini sejalan dengan amanah Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren dan Peraturan Menteri Agama Nomor 31 Tahun 2020 tentang Pendidikan Pesantren.
 
Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Waryono, mengatakan Imtihan Wathani tahun ini merupakan penyelenggaraan kelima. Imtihan Wathani pertama digelar pada 1438 H/2018 M.
 
“Dari tahun ke tahun, penyelenggaraan Imtihan Wathani terus mengalami peningkatan, dari sisi jumlah peserta dan model yang digunakan,” beber dia.
 
Waryono menyebut Imtihan Wathani pertama pada 1438 H/2018 M hanya diikuti 827 santri. Setahun berikutnya, Imtihan Wathani diikuti 2.185 santri. Model ujian pada dua tahun pertama ini menggunakan paper best test (PBT).
 
Sejak 1440 H/2020 M, Imtihan Wathani digelar dengan PBT dan Computer Based Test (CBT). Saat itu, ada 3.500 santri yang mengikuti. Kemudian, pada 1441 H/2021 M, peserta Imtihan Wathani kembali bertambah mencapai 5.044 santri.
 
“Pada tahun ini, ada  6.219 santri yang ikut ambil bagian dalam PBT dan CBT Imtihan Wathani. Ada peningkatan siginifikan jumlah santri yang mengikuti model CBT dari tahun ke tahun,” papar dia.
 
Waryono menilai Imtihan Wathani istimewa karena tetap menjaga tradisi keilmuan pesantren pada materi yang diujikan. Semua materi juga menggunakan Bahasa Arab.
 
Dia memaparkan untuk jenjang PDF Ulya, materi ujian ialah Tafsir-Ilmu Tafsir, Hadits-Ilmu Hadits, Fiqh-Ushul Fiqh, Bahasa Arab dan Nahwu-Sharf. Sedangkan untuk PDF Wustha, yaitu Tafsir, Hadits, Fiqh, Bahasa Arab dan Nahwu-Sharf.
 
“Selamat mengikuti Imtihan Wathani bagi santri PDF di seluruh Indonesia. Terus belajar, mengasah diri, dan tingkatkan kompetensi. Sukses untuk santri Indonesia,” ujar dia.
 
Baca: Ijazah Pendidikan Diniyah Formal Disetarakan, Lulusannya Bisa Lanjut ke Al-Azhar Mesir
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif