Mahasiswa Unair pencipta bahan bakar alternatif dari sekam pagi. DOK Unair
Mahasiswa Unair pencipta bahan bakar alternatif dari sekam pagi. DOK Unair

Keren, Mahasiswa Unair Ciptakan Bahan Bakar Alternatif dari Sekam Padi

Renatha Swasty • 01 Juli 2022 10:49
Jakarta: Sebanyak tiga mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) menyabet Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah Se-Nusantara yang diselenggarakan Ikatan Mahasiswa Lamongan UIN Sunan Ampel. Mereka mencetuskan ide bahan bakar alternatif bioetanol dari kombinasi Lemna sp dan Lignoselulosa sekam padi bernama ‘BIOLDI’.
 
Ketiganya, ialah Wahyu Saputro dari jurusan Teknologi Hasil Perikanan, Siti Nur Kholisah, Farmasi, dan Juliana Anis Vernanda, Aquaculture. Ketiganya merupakan mahasiswa angkatan 2019.
 
Tim melihat Lamongan didominasi sektor pertanian dan perikanan. Hal itu sesuai tema Peran Generasi Muda Menggali Sumber Daya Lokal sebagai Wujud Andil dalam Lamongan Berkemajuan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, terdapat permasalahan cukup besar. Yakni efek ledakan tanaman Duckweed (Lemna sp.) dapat mengganggu produktivitas perairan dan sekam padi yang tidak dimanfaatkan dengan baik pasca panen padi.
 
“Jadi, karena bahan bakar minyak juga sedang naik dan Lemna sp tadi dapat mencemari perairan, ditambah limbah pertanian sekam padi juga melimpah. Kami mengombinasikan dua limbah tersebut menjadi bioetanol untuk bahan bakar kendaraan,” ujar Ketua Tim Unair Lisa dikutip dari laman unair.ac.id. Jumat, 1 Juli 2022.
 
Juliana memaparkan menambahkan 75 gram sekam padi dan Lemna sp dapat menghasilkan 85 mililiter BIOLDI. Dalam prosesnya, terhitung satu minggu mulai tahap persiapan, hidrolisis, fermentasi, destilasi, hingga mendapatkan bioetanol murni.
 
Dengan pemanfaatan tersebut, mereka turut mendukung ketercapaian SDGs 7 Affordable and Clean Energy dan  SDGs 12 Responsible Consumption and Production. Selaras dengan orientasi SDGs poin ke 7. Tim menjamin akses energi yang terjangkau dan berkelanjutan untuk semua lapisan masyarakat serta SDGs ke 12 dalam upaya mengurangi dampak lingkungan.
 
“Riset ini juga masih dalam tahap pengembangan. Kiranya kendaraan seperti apa yang kompatibel dari bahan bakar BIOLDI ini," ucap Wahyu.
 
Ke depan mereka akan menyempurnakan dan memperdalam penelitian tersebut agar tercipta bahan bakar yang benar dan bermanfaat untuk bangsa dan negara. Selain itu, tim berharap dapat memberikan peluang kerja untuk masyarakat yang membutuhkan.
 
Ketiga mahasiswa asal Lamongan tersebut menilai kuliah dan prestasi itu harus berjalan beriringan. Pasalnya, mereka sebelumnya juga kerap menjuarai karya tulis ilmiah. Mereka meyakini tiada keberhasilan tanpa pertolongan dari Allah.
 
Baca juga: Kembangkan Obat Malaria dari Tanaman Herbal, Aty Dikukuhkan Sebagai Guru Besar di Unair

 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif