Mahasiswa Unair demo tuntut keringanan UKT untuk seluruh mahasiswa. Foto: Antara
Mahasiswa Unair demo tuntut keringanan UKT untuk seluruh mahasiswa. Foto: Antara

Mahasiswa Unair Demo Tuntut Keringanan UKT

Pendidikan Virus Korona Pendidikan Tinggi Biaya Pendidikan
Antara • 29 Juli 2020 20:21
Surabaya: Puluhan mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menggelar aksi menuntut penurunan Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk seluruh mahasiswa. Salah satu peserta aksi, Bobby, mengatakan aksi ini digelar karena merasa tidak puas atas kebijakan kampus yang hanya memberikan keringanan kepada sebagian mahasiswa.
 
"Mahasiswa merasa kebijakan tersebut tidak adil dan terkesan menelantarkan lainnya yang juga sebagian besar terdampak pandemi covid-19," ujar Bobby di sela aksi di Gedung Rektorat Unair, Rabu, 29 Juli 2020.
 
Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unair itu menyebut, salah satu tuntutan yang menjadi aspirasi mahasiswa adalah potongan UKT sebesar 50 persen kepada seluruh mahasiswa. Pemotongan diminta tanpa syarat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kemudian tuntutan ini harus disahkan dan dibuatkan surat keputusan rektor. Supaya ini bisa dilakukan penerapan secepatnya," ucapnya.
 
Para mahasiswa juga meminta agar ada fasilitas khusus seperti uang pulsa atau paket internet agar upaya belajar daring tak menambah beban mahasiswa atau keluarganya. Tuntutan lainnya, meminta adanya transparasi keuangan Unair berupa rancangan anggaran belanja.
 
Baca:Kebijakan Nadiem Dinilai Belum Menjawab Tuntutan Keringanan UKT
 
Kemudian pemberian subsidi terkait pelaksanaan kuliah daring kepada mahasiswa berupa bantuan kuota internet yang layak selama perkuliahan daring berlangsung dan pembebasan biaya perkuliahan (UKT) bagi mahasiswa akhir.
 
Sementara itu, Ketua Pusat Informasi dan Humas Unair Suko Widodo mengatakan, pihak kampus telah melakukan penyesuaian terkait pembiayaan UKT, sebelum mahasiswa melakukan aksi.
 
"Pak Rektor Unair telah membuat kebijakan yang berdasarkan menyerap aspirasi semua pihak, bahkan kami waktu itu mengundang dan bertemu organisasi perwakilan mahasiswa melalui Ketua BEM. Dan itu sudah sepakat dengan kebijakan itu," ujar Suko.
 
Bagi yang masih keberatan, kata dia, ada mekanisme pengajuan keringanan yang bisa dilakukan melalui fakultas masing-masing. Kemudian, diteruskan kepada direktur keuangan.
 
"Bagi yang terdampak bisa kok mengajukan keringanan nanti output-nya sesuai dengan kebutuhannya, bisa berupa penangguhan atau keringanan. Mereka bisa datang satu-satu, baik-baik ke fakultas masing-masing itu. Dan tolong tetap memperhatikan protokol kesehatannya," tutur Suko.
 
Pengajuan keringanan, kata dia, bisa dilakukan dengan menyertakan surat surat keterangan tidak mampu atau terdampak pandemi. Bagi yang orang tuanya bekerja di sektor swasta, bisa menyertakan surat keterangan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), bagi yang wirausaha bisa menyertakan surat dari RT-RW.
 
"Bisa kok diproses meskipun keterangan dari RT-RW yang menyatakan terdampak pandemi, nanti akan kami lakukan verifikasi," kata Suko.
 

(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif