Mendikbud, Nadiem Makarim saat berbincang dengan mahasiswa, guru, dan orang tua siswa tentang subsidi kuota internet. Foto: YouTube
Mendikbud, Nadiem Makarim saat berbincang dengan mahasiswa, guru, dan orang tua siswa tentang subsidi kuota internet. Foto: YouTube

Ditanya Nadiem, Mahasiswa dari Pontianak 'Curhat' Soal Sinyal Internet

Pendidikan Virus Korona Pembelajaran Daring Subsidi Kuota
Citra Larasati • 25 September 2020 13:12
Jakarta: Mahasiswa dari Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat, Haris Munandar mendapat kesempatan untuk berbincang langsung secara virtual dengan Mendikbud, Nadiem Makarim. Kesempatan itu pun dimanfaatkan Haris untuk menyampaikan kendala Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara daring yang dirasakannya selama pandemi.
 
Kepada Nadiem, Haris mengatakan bahwa sebelum adanya subsidi pulsa ini ia harus merogoh kantong cukup dalam demi mengikuti perkuliahan yang digelar daring selama pandemi virus korona (covid-19).
 
"Sebelum mendapatkan bantuan ini, Saya mengamati berapa gigabyte (GB) yang habis. Satu kali Video Conference habis kuota hampir 1 GB," kata Haris kepada Nadiem, di sela-selaPeresmian Kebijakan Bantuan Kuota Data Internet Tahun 2020, yang disiarkan melalui kanalYouTubeKemdikbud RI, Jumat, 25 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga:Nadiem: Paling Sering Digunakan, WhatsApp Masuk ke 'Kuota Belajar'
 
Dengan adanya bantuan ini, mahasiswa Teknik Informatika ini pun mengaku bersyukur karena sangat membantu kebutuhan kuota data untuk menunjang kuliah daring maupun berselancar mencari bahan untuk tugas. "Over all sangat membantu," imbuhnya.
 
Namun Haris juga menyampaikan, bahwa tidak semua mahasiswa di daerahnya cukup beruntung dapat menikmati subsidi kuota internet tersebut. Sebab di sejumlah daerah di sekitar Pontianak, masih banyak mahasiswa yang kesulitan sinyal internet.
 
Terlebih lagi mahasiswa yang tinggal di daerah perbatasan, nyaris tanpa sinyal internet. "Cuma ada di daerah kami, di daerah perbatasan utamanya belum dapat sinyal, apalagi dekat perbatasan Malaysia, susah sinyal. Paling hanya di satu tempat saja ada sinyal. Sementara mahasiswa tugasnya sangat banyak," tegas Haris.
 
Baca juga:Kemendikbud Terbitkan Modul Belajar untuk Sokong Belajar Dari Rumah
 
Menjawab curhatan (curahan hati) Haris tersebut, Nadiem membenarkan bahwa salah satu pekerjaan rumah (PR) pemerintah saat ini adalah meningkatkan konektivitas internet. "PR kita besar sekali, tugas meningkatkan konektivitas jadi prioritas dalam dua tahun terakhir. Daerah yang belum ada sinyal disiapkan modul, bisa juga belajar lewat TVRI" terangnya.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif