Menteri Agama (Menag), Fahcrul Razi. Foto: Zoom
Menteri Agama (Menag), Fahcrul Razi. Foto: Zoom

Menag Minta Masyarakat Bantu Awasi Pergerakan Anak Sekolah

Pendidikan Virus Korona sekolah Kenormalan Baru
Ilham Pratama Putra • 08 Agustus 2020 13:05
Jakarta: Menteri Agama (Menag), Fahcrul Razi meminta seluruh lapisan masyarakat ikut memantau pergerakan anak-anak yang sekolah tatap muka. Imbauan ini disampaikan, menyusul dibukanya sekolah untuk kegiatan tatap muka di dua zona covid-19, yakni zona kuning dan hijau.
 
Salah satu yang diminta Fachrul untuk dilakukan pemantauan adalah satuan pengamanan (satpam) pasar. Siswa diminta yang berangkat ke sekolah diminta tidak bermain ke tempat ramai yang berpotensi terjadi kerumunan seperti pasar.
 
"Ya kita pesanlah juga ke satpam di pasar yang dilewati, kalau ada saat pagi atau siang ada anak yang berhenti di pasar ya disuruh pulang saja, dia boleh ke pasar kalau sama orang tuanya saja," kata Fachrul dalamWebinar Penyampaian Penyesuaian Surat Keputusan Bersama (SKB) empat Menteri dan Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus, Jumat, 7 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga:SKB Empat Menteri Direvisi, PAUD Tetap Belajar dari Rumah
 
Dia juga berharap, siswa yang diizinkan pergi ke sekolah untuk mengurangi interaksi dengan teman-temannya. Karena interaksi ini memiliki risiko penularan virus korona (covid-19).
 
"Kalau dia sama temennya main-main ya ndak (tidak) boleh, suruh pulang saja. Ya itu resiko, dan resiko harus kita hadapi. Kita memberikan pilihan itu masing-masing ada risikonya kok. Jadi betul-betul kita menekankan pada semua aspek untuk menyukseskan ini," terangnya.
 
Karena menurut Fachrul bisa saja, siswa terpapar virus saat bermain bersama temannya. Hal itu tentu bisa membuat sekolah menutup kembali aktivitas belajar tatap muka.
 
"Mungkin dia berangkat sehat, sampai sekolah sehat, pulangnya dia singgah di mana, main di mana, tendang-tendang bola dulu, pulang dia bawa virus, mungkin besok dia balik ke sekolah membawa virus itu. Itu yang kita khwatirkan," jelas Fachrul.
 
Baca juga:KPAI Menilai Pembelajaran Tatap Muka di Zona Kuning Berisiko
 
Lebih lanjut, Kemenag sendiri akan turun untuk melakukan sosialisasi ke satuan pendidikan agar dapat mengawasi siswa. Fachrul menyebut pegawai di Kantor Urusan Agama (KUA) bisa diandalkan untuk hal tersebut.
 
"Keuntunganya kami Kemenag punya ujung tombak terdepan, KUA dan masih ada lagi penyuluh agama. Ini yang jadi mata dan telinga kita, jadi juru bicara kita berkomunikasi dengan pesantren dan sekolah. Mudah-mudahan dengan itu kami bisa mendeteksi (penyelenggaran belajar tatap muka), meski tidak ideal. Rasanya untuk yang ideal itu susah, tapi kami usahakan semaksimal mungkin," ujarnya.
 
Sebelumnya, Pemerintah menyepakati satuan pendidikan yang berada di zona kuning covid-19 diperbolehkan melakukan pembelajaran tatap muka di tengah pandemi virus korona (covid-19). Kebijakan ini merupakan hasil revisi dari Surat Keputusan Bersama (SKB) empat Menteri.

 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif