Sekretaris Jenderal Kemendikbud Didik Suhardi usai sholat jumat di Masjid Kemendikbud Jakarta (1/11). Foto: Medcom.id/ Muhammad Syahrul Ramadhan
Sekretaris Jenderal Kemendikbud Didik Suhardi usai sholat jumat di Masjid Kemendikbud Jakarta (1/11). Foto: Medcom.id/ Muhammad Syahrul Ramadhan

Kemendikbud Pastikan Kurikulum Selaras dengan Visi Presiden

Pendidikan Kurikulum Pendidikan
Muhammad Syahrul Ramadhan • 01 November 2019 18:14
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan mengevaluasi kurikulum pendidikan yang saat ini berjalan. Langkah ini untuk merespons arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta Kemendikbud melakukan penyesuaian kurikulum secara besar-besaran.
 
Sekretaris Jenderal, Kemendikbud, Didik Suhardi mengatakan, untuk menindaklanjuti arahan tersebut, Mendikbud, Nadiem Makarim dan jajarannya saat ini tengah melakukan maraton audiensi dan diskusi dengan sejumlah tokoh dan pakar pendidikan.
 
"Karena arahannya baru kemarin, jadi akan dibahas bersama semua yang berkepentingan, seperti lembaga perguruan tinggi, birokrat, forum rektor," kata Didik ditemui usai Salat Jumat di Masjid Kemendikbud, Jakarta, Jumat, 1 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Diskusi tersebut dilakukan untuk menjaring masukan dari para pemangku kepentingan di dunia pendidikan, agar program yang dibuat nanti tak hanya selaras dengan visi misi presiden, namun juga sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
 
"Harus kita pastikan, bahwa program kurikulum kita itu mengarah pada visi dan misi presiden,” ujarnya.
 
Ia memastikan, program kerja yang akan dibuat Nadiem nantinya selaras dengan visi misi yang sudah diarahkan presiden. Selain penyesuaian kurikulum, sebelumnya presiden juga mengamanatkan penuntasan wajib belajar 12 tahun, membangun dari pinggiran, menciptakan lapangan kerja, penanaman dan penguatan karakter. Kemudian revitalisasi vokasi dan kejuruan.
 
Didik menegaskan, tak hanya kurikulum pendidikan saja yang bakal menyesuaikan visi presiden. Namun, semua program yang akan dijalankan oleh Kemendikbud, ia pastikan tidak bertentangan dengan arahan Jokowi.
 
“Yang jelas kita tidak punya visi misi kementerian, yang ada visi presiden. Kita pastikan bahwa program yang ada di Kemendikbud arahnya betul-betul ke sana,” ujarnya.
 
Nadiem sendiri masih irit bicara, belum mau buka suara maupun memberi tanggapan untuk merespons permintaan Jokowi tentang penyesuaian kurikulum. Saat ditemui usai Salat Jumat, Nadiem justru bergegas masuk ke ruangannya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif