Rektor UAI, Asep Saefuddin (kiri) dan Menteri Senior Kamboja yang bertanggung jawab atas Misi Khusus Othsman Hassan (kanan) di Universitas Al Azhar Indonesia,Jakarta (31/10) Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan
Rektor UAI, Asep Saefuddin (kiri) dan Menteri Senior Kamboja yang bertanggung jawab atas Misi Khusus Othsman Hassan (kanan) di Universitas Al Azhar Indonesia,Jakarta (31/10) Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan

UAI Jajaki Kerja Sama dengan Kamboja

Pendidikan beasiswa osc Pendidikan Tinggi
Muhammad Syahrul Ramadhan • 31 Oktober 2019 16:08
Jakarta:Rektor Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Asep Saefuddin mengungkapkan pihaknya saat ini tengah menjajaki kerja sama dengan pemerintah Kamboja. Kerja sama tersebut tak hanya di bidang pendidikan namun juga riset.
 
Asep mengatakan, untuk bidang pendidikan, Universitas Al Azhar akan memberikan kesempatan untuk pelajar Kamboja melanjutkan studi di UAI. "Saya minta mahasiswa dari Kamboja setiap tahun setidaknya 20 mahasiswanya bisa kuliah di Universitas Al Azhar Indonesia," kata Asep di gedung UAI, Jakarta, Kamis, 31 Oktober 2019.
 
Asep juga mengatakan, UAI akan membantu dari sisi teknis agar pelajar Kamboja dapat melanjutkan studi di UAI, salah satunya dengan menyediakan beasiswa. Ada beberapa beasiswa yang bakal disediakan, ada beasiswa Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), beasiswa Ikatan Cendikiawan Muslim Asean, dan IsDB ( Islamic Development Bank).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Nanti akan kita cari, intinya siapkan saja mahasiswanya. Teknisnya kami yang akan menyiapkan juga," terangnya.
 
Nantinya, untuk pemilihan program studi diberikan kebebasan. Sementara untuk bahasa yang digunakan, menggunakan bahasa Indonesia. "Kemudian diambil program studi yang mereka pilih, termasuk bahasa Arab, Cina, Hubungan Internasional, Sains. Intinya tergantung mahasiswa," jelas Asep.
 
Untuk mahasiswanya sendiri, tidak menutup kemungkinan dari nonmuslim. Apalagi 93 persen penduduk Kamboja beragama Budha.
 
"Kita hantarkan untuk kuliah di University Al Azhar ini adalah muslim semuanya atau nonmuslim, bisa campur-campur. Karena itu, sesuai dengan program studi yang dipilih," kata Menteri Senior Kamboja yang bertanggung jawab atas Misi Khusus, Othsman Hassan.
 
Kemudian kerja sama kedua yakni di bidang riset halal. Kamboja sendiri kata Othsman, saat ini tengah membangun industri halal. Salah satunya dengan membangun badan Halal untuk sertifikasi produk halal.
 
"Untuk mengeluarkan izin halal itu orang muslim. Kita kerja sama pihak Al Azhar atau negeri lain-lain itu untuk kerja sama," ujarnya.
 
Sertifikasi ini kata Othsman penting, sebagai standar yang jelas agar orang percaya terhadap produk halal.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif