Mendikbud, Nadiem Makarim saat memberikan sambutan dalam Rilis hasil PISA 2018.  Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan
Mendikbud, Nadiem Makarim saat memberikan sambutan dalam Rilis hasil PISA 2018. Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan

Skor PISA Merosot, Nadiem Bakal Benahi Sistem Asesmen

Pendidikan Kualitas Pendidikan PISA 2018
Muhammad Syahrul Ramadhan • 03 Desember 2019 19:27
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) merilis hasil studi Programme for International Student Assessment (PISA) 2018. Skor penilaian PISA yang merosot di tiga kompetensi utama tersebut mendapat respons dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim.
 
Nadiem menyampaikan, penilaian yang dilakukan PISA merupakan masukan berharga untuk mengevaluasi dan membenahi sistem pendidikan di Indonesia. “Hasil penilaian PISA menjadi masukan berharga untuk mengevaluasi dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia," kata Nadiem dalam acara Rilis Hasil PISA 2018, di kantor Kemendikbud, Jakarta, Selasa, 3 Desember 2019.
 
Hal ini, kata Nadiem, akan menjadi fokus Pemerintah khususnya Kemendikbud dalam lima tahun ke depan. "Yakni menekankan pentingnya kompetensi guna meningkatkan kualitas untuk menghadapi tantangan abad 21,” ucap Nadiem.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Guna mencapai tujuan tersebut, Kemendikbud akan melakukan inovasi dan terobosan yang diperlukan untuk mempercepat proses bahkan lompatan di bidang pendidikan. Salah satu yang sedang dikaji Kemendikbud adalah pembenahan sistem asesmen.
 
Menurut mantan Bos Gojekini, asesmen perlu dibuat agar fokus pada kompetensi mendasar yang berguna secara luas. Hasil asesmen juga akan dilaporkan dalam bentuk yang bermanfaat bagi perbaikan praktik pengajaran di kelas maupun perumusan kebijakan pendidikan.
 
“Kita harus berani berubah dan berbenah. Sesuai dengan arahan Presiden untuk menciptakan SDM unggul, kami akan terus menelaah upaya untuk melakukan terobosan-terobosan," tutur lulusan Harvard Business School ini.
 
"Peningkatan kualitas pembelajaran menjadi hal yang utama. Kami akan terus melibatkan guru dan orang tua. Penting bagi Pemerintah untuk memberikan ruang bergerak yang cukup untuk pihak-pihak terkait agar dapat terlibat dan ikut belajar,” imbuh Nadiem.
 
Dalam satu dekade terakhir, kata Nadiem, fokus Pemerintah masih pada peningkatan akses terhadap pendidikan yang diklaimnya telah membuahkan hasil. Hal ini terlihat dari peningkatan persentase penduduk yang bersekolah.
 
Pada 2000, hanya 39 persen penduduk usia 15 tahun yang bersekolah pada jenjang SMP atau SMA. Sementara pada di 2018, angka tersebut meningkat menjadi 85 persen.
 
Dari Paris, Andreas Schleicher, Direktur Pendidikan dan Keterampilan OECD mengatakan, setelah kemajuan luar biasa dalam akses ke sekolah, sekarang saatnya bagi Indonesia untuk memastikan pengajaran dan pembelajaran yang berkualitas.
 
"Semua siswa dapat mencapai tinggi jika dukungan yang baik dan tepat sasaran diberikan. Terutama bagi siswa yang kurang beruntung. PISA menunjukkan bahwa kemiskinan bukanlah takdir," tulis Andreas kepada Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Totok Suprayitno.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif