Mendikbud, Nadiem Makarim. Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan
Mendikbud, Nadiem Makarim. Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan

Nadiem: Jika Guru Gagal Berinovasi, Beri Jempol

Pendidikan Kebijakan pendidikan
Muhammad Syahrul Ramadhan • 29 November 2019 13:09
Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim meminta seluruh kepala sekolah dan pengawas sekolah mengembangkan gaya kepemimpinan 2.0, yakni pemimpin yang berkarakter melayani. Ia mendorong agar Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah tak hanya berperan sebagai penguasa atau regulator.
 
"Saya ingin mengajak bapak ibu mengubah paradigma kepemimpinan, dari yang tadinya penguasa, pengendali atau regulator, kita berubah menjadi paradigma kepemimpinan yang melayani," kata Nadiem ketika menjadi Keynote Speech dalam acara Simposium Internasional Kepala Sekolah dan Pengawas 2019, di Kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat, 29 November 2019.
 
Selain itu, pemimpin 2.0 kata Nadiem, selalu mempertanyakan apa yang dikerjakan atau program yang akan dibuat akan berdampak positif bagi siswa. "Kalau ini baik dampaknya berarti dikerjakan, malah dikembangkan. Jadi pertanyaan itu harus ditanyakan," kata Nadiem.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian pemimpin kata jebolan Harvard Business School ini harus bisa membuat lingkungan aman. Aman untuk berinovasi dan mengkritisi. "Aman bawahan mengkritik atasan. Aman mencoba suatu hal yang baru dengan kemungkinan gagal. Itu penting menciptakan budaya inovatif di dalam organisasi kita," kata pria 35 tahun ini.
 
Untuk itu, Nadiem meminta apabila ada guru atau Kepala Sekolah yang melakukan inovasi namun hasilnya gagal bukan malah disemprot atau dimarahi. Tapi justru diapresiasi dan difasilitasi.
 
"Itu jangan dimarahi, kasih jempol, berani melakukan sesuatu lalu kita coba yang lain," ujarnya.
 
Setelah itu meminta feedback kepada bawahan, bagaimana menjadi seorang pemimpin yang baik. Itu penting, kata Nadiem, karena merupakan sinyal positif seorang pemimpin menunjukkan bahwa tugasnya melayani.
 
"Perbincangan penting dampaknya, karena itu memberikan sinyal kepada seluruh instansi pendidikan bahwa tugas saya melayani dan saya ingin lebih baik untuk anda bukan hanya mengawasi," terangnya.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif