Prodi Ekonomi Syariah Kebanjiran Peminat
Seorang Teller di sebuah Bank syariah tengah melayani calon jamaah haji. FOTO: ANTARA/Risky Andrianto
Jakarta: Program studi (prodi) yang terkait bidang ekonomi syariah tengah naik daun dan menyedot minat anak muda.  Terlihat dari tingginya jumlah pendaftar pada bidang tersebut dalam Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) 2018.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam, Kementerian Agama (Kemenag), Kamaruddin Amin mengatakan, Perbankan Syariah di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi prodi favorit dalam SPAN PTKIN 2018.   Masih dari data SPAN PTKIN 2018, UIN Syarif Hidayatullah juga menjadi PTKIN yang paling banyak diminati, dengan jumlah pendaftar terbanyak, mencapai 23.600 siswa. 

Dari jumlah itu, hanya 1.899 calon mahasiswa yang diterima di UIN Syarif Hidayatullah atau yang biasa disebut UIN Jakarta itu. "Perbankan Syariah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi program studi pilihan terfavorit. Total ada 11.326 peminat dan hanya menerima 56 calon mahasiswa,” ujar Kamaruddin.

Tidak hanya di UIN Jakarta, prodi yang terkait dengan bidang ekonomi syariah juga mencuri perhatian pendaftar di sejumlah PTKIN seperti di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

"Dari total 10.523 peminat Perbankan Syariah dan hanya diterima 60 calon mahasiswa," jelas Kamaruddin.

Urutan prodi dengan pendaftar terbanyak berikutnya disusul Ekonomi Syariah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, total 9.618 peminat dan hanya diterima 55 calon mahasiswa.   Kemudian Perbankan Syariah, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dari total 9.151 peminat, kampus tersebut hanya menerima 85 calon mahasiswa. 

"Ada juga Manajemen Keuangan Syariah UIN Sunan Gunung Djati Bandung di urutan favorit berikutnya, total 8.625 peminat dan hanya diterima 92 siswa," jelas Kamaruddin. 

Setelah UIN Jakarta, ada PTKIN UIN Sunan Kalijaga di urutan kedua dengan 19.265 pendaftar.  UIN yang berkampus di Yogyakarta tersebut hanya menerima 1.105 calon mahasiswa. 

Selanjutnya, UIN Sunan Gunung Djati Bandung di urutan ketiga, dengan 17.515 pendaftar dan 1.835 calon mahasiswa yang diterima.  

Sebanyak 88.783 siswa lulusan MA/SMA/ sederajat dinyatakan lulus sebagai calon mahasiswa di PTKIN melalui jalur SPAN.  Mereka bersaing ketat bersama 218.449 siswa lainnya. 

Kamaruddin mengatakan, persaingan masuk PTKIN 2018 sangat ketat, karena tingginya jumlah peminat.  "Calon mahasiswa baru yang diterima satu banding tiga pendaftar," sebut Kamaruddin

Bahkan karena menimbang tingginya jumlah peminat, panitia akhirnya memutuskan menambah kuota.  Dari sebelumnya 70.336 kursi menjadi 88.783 kursi.

Untuk diketahui, sesuai kuota total, terdapat 88.783 calon mahasiswa baru yang dinyatakan lulus pada SPAN-PTKIN 2018. Mereka berasal dari 6.432 madrasah atau sekolah.

Pendaftar tahun ini, kata Kamaruddin, juga meningkat signifikan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Sebagai gambaran jumlah pendaftar SPAN PTKIN 2017 sebanyak 157.039 siswa ,  kemudian 129.327 siswa pada 2016, dan 101.787 siswa pada 2015.

Kelulusan SPAN PTKIN ini secara resmi akan diumumkan pada 1 Mei 2018 pukul 07.00 WIB melalui website Panitia Pusat SPAN-PTKIN 2018 di website www.span-ptkin.ac.id.

“Juga akan diumumkan di website PTKIN seluruh Indonesia,” sambungnya.

Kamaruddin menambahkan, peserta yang belum lulus melalui jalur SPAN masih dapat bersaing kembali pada Ujian Masuk PTKIN (UM-PTKIN). Pendaftaran UM-PTKIN telah dibuka 12 April dan akan berakhir 8 Mei 2018 mendatang. Pendaftaran dapat diakses melalui website www.um-ptkin.ac.id. 

“Ujian UM-PTKIN akan digelar pada 22 Mei 2018 dengan paper based testdan computer based test. Hasilnya akan diumumkan pada 10 Juli 2018,” tutup Kamaruddin.


(CEU)