KPAI Minta Kemendikbud Tindak Lanjuti Kasus SMK di Batam
Komisioner bidang Pendidikan KPAI, Retno Listyarti, Medcom.id/Intan Yunelia
Jakarta: Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Dinas Pendidikan, dan pemerintah daerah setempat untuk segera menginvestigasi dan mengevaluasi proses belajar mengajar yang berjalan di salah satu SMK swasta di Batam.  Berdasarkan laporan masyarakat, sekolah tersebut diduga menerapkan kekerasan di dalam lingkungan sekolah, dan menerapkan konsep pendidikan semimiliter yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku sebagai sekolah umum.

Komisioner bidang pendidikan KPAI, Retno Listyarti mengatakan, dirinya  akan segera melakukan rapat koordinasi dengan Gubenur dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Batam, Kepulauan Riau.  Rakor tersebut untuk membahas kasus dugaan kekerasan terhadap siswa yang terjadi di SMK swasta di Batam.  KPAI juga akan melakukan pengawasan langsung ke sekolah.


KPAI juga mendorong Dinas Pendidikan dan Inspektorat Provinsi Kepulauan Riau untuk   melakukan investigasi lebih lanjut terhadap SMK ini. "Hasil investigasi dapat digunakan oleh pihak terkait, sebagai dasar untuk pengambilan keputusan atau kebijakan  terkait permasalahan yang terjadi," terang Retno, di Kantor KPAI, Jakarta, Rabu, 12 September 2018.

Menurut Retno, KPAI juga akan mendorong Kemendikbud untuk melakukan evaluasi terhadap proses belajar mengajar dan pola pendidikan yang berjalan di SMK tersebut selama 5 tahun ini. "Dinas pendidikan harus mengontrol dan mendampingi perbaikan, serta perubahan pola pendidikan di SMK tersebut, yang  seharusnya meninggalkan pola kekerasan menuju ke Sekolah Ramah Anak (SRA)," tegas mantan kepala sekolah SMA Negeri 3 Jakarta ini.

Baca: Selain Punya Sel Tahanan, Siswa Diajarkan Pegang Senapan

Penerapan Sekolah Ramah Anak sesuai dengan aturan yang berlaku, yakni UU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), UU Perlindungan Anak, dan UU Sistem Peradilan Pidana Anak.

Seperti diberitakan sebelumnya, Komisi Perlindungan Anak Indonesia dan KPPAD (Komisi Pengawas dan Perlindungan Anak Daerah) Kepulauan Riau menerima laporan mengejutkan, terkait adanya siswa yang dimasukan dalam sel tahanan di sebuah SMK swasta di Batam. Dalih penahanan diduga atas nama mendisiplinkan, karena ada pelanggaran yang dilakukan siswa di sekolah tersebut. 



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id