Global Connections Sustainable Futures 2026 di UMN.
Global Connections Sustainable Futures 2026 di UMN.

Perkuat Jaringan Global, UMN Jalin Kerja Sama dengan 18 Universitas Dunia

Renatha Swasty • 25 Juni 2026 22:03
Ringkasnya gini..
  • UMN menjadi tuan rumah Global Connections Sustainable Futures 2026.
  • UMN memperkuat posisinya dalam ekosistem pendidikan tinggi global serta meresmikan kerja sama strategis dengan 18 universitas dunia.
  • Julie mengatakan keterlibatan perguruan tinggi menunjukan semangat kolaborasi serta komitmen dalam mendukung keberlanjutan.
Tangerang: Universitas Multimedia Nusantara (UMN) kembali mendapat pengakuan internasional melalui kepercayaan sebagai tuan rumah Global Connections Sustainable Futures 2026. Forum ini dihadiri oleh jajaran Times Higher Education (THE) 2026 beserta delegasi dari 47 perguruan tinggi dunia. 
 
Lewat kegiatan ini, UMN memperkuat posisinya dalam ekosistem pendidikan tinggi global serta meresmikan kerja sama strategis dengan 18 universitas dari berbagai belahan dunia. Komitmen ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan UMN dalam memperluas kolaborasi internasional serta meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan inovasi di tingkat global.
 
“Saya merasa senang dan bangga melihat berbagai perguruan tinggi internasional bersatu, dan tidak sekedar berkumpul saja tapi juga sama-sama menjalin kolaborasi yang progresif," ujar Vice President for Asia-Pacific (APAC) of the Time Higher Education, Julie McMahon, dalam keterangan tertulis, Kamis, 25 Juni 2026.

Julie mengatakan keterlibatan perguruan tinggi menunjukan semangat kolaborasi serta komitmen dalam mendukung keberlanjutan. Dia menyebut target pembangunan berkelanjutan tidak mungkin selesai di 2035. 
 
"Namun melihat semangat dari masing-masing perguruan tinggi ini menjadi bukti bahwa keterlibatan pendidikan memberikan dampak yang signifikan,” ujar dia.
 
Julie melihat perguruan tinggi di Indonesia salah satunya UMN mengimplementasikan keberlanjutan pada Tri Dharma Perguruan Tinggi, utamanya pilar Pengabdian Kepada Masyarakat. Komitmen ini menjadi bukti perguruan tinggi di Indonesia membuktikan dampak positif, terutama pada peningkatan kehidupan seluruh lapisan masyarakat.
 
“Tentu tantangan di masa depan akan lebih banyak dan luas, tapi kita bisa melihat seberapa jauh kita sudah melangkah hingga titik ini. Saya harap lewat kegiatan ini, masing-masing perguruan tinggi bisa semakin memperkuat kolaborasi baik pada program keberlanjutan, riset hingga implementasinya pada pendidikan,” ujar Julie.
 
Rektor UMN, Andrey Andoko, juga menyampaikan apresiasinya dan rasa bangga atas keterlibatan masing-masing perguruan tinggi pada Networking Night GSCF 2026. Dia menilai perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pendidik saja tapi juga melahirkan inovasi serta ide strategis dalam mendukung keberlanjutan.
  “Keterlibatan perguruan tinggi memiliki peran yang penting dalam berkontribusi pada keberlanjutan utamanya dalam mendukung Sustainability Development Goals (SDGs). Sebagaimana UMN terus mendorong dan membekali mahasiswa dengan hal-hal keberlanjutan, baik dari riset, kurikulum, hingga kegiatan mahasiswa," tegas Andrey.
 
Bagi Andrey, pembekalan nilai-nilai keberlanjutan pada mahasiswa menjadi penting untuk menyiapkan masa depan lulusan yang peduli secara sosial dan lingkungan. Tak hanya itu, dengan mengimplementasikan keberlanjutan, mahasiswa diharapkan dapat terus mengasah
kemampuan problem solving dan kemampuan berpikir secara global.
 
“Saya harap melalui kegiatan ini UMN dapat berkolaborasi lebih banyak lagi dengan mitra
perguruan tinggi global. Lewat kolaborasi ini diharapkan UMN bisa membekali mahasiswa maupun dosen dengan pengetahuan yang lebih global, dan dapat memecahkan masalah yang lebih global,” ujar dia.
 
UMN juga meresmikan kolaborasi bersama 18 perguruan tinggi dunia, antara lain Afrika Selatan (Durban University of Technology), Uzbekistan (Namangan State Technical University), India (Galgotias University), Bangladesh (Uttara University), Ukraina (Khmelnytskyi Humanitarian - Pedagogical Academy, Leonid Yuzkov Khmelnytskyi University of Management and Law, dan Poltava State Agrarian University), dan Filipina (Sorsogon State University, Mindanao State University - Iligan Institute of Technology, Eastern Visayas State University, De La Salle Lipa, University of the Immaculate Conception, Visayas University, Quezon City University, Jose Rizal University, Mindanao State University dan Davao Del Sur State College).
 
“Kami melihat berbagai program kolaborasi yang dapat dilaksanakan bersama, mulai dari pertukaran pelajar, student mobility, visiting professor, faculty exchange, joint-research hingga international acceleration program," ujar Wakil Rektor Bidang Akademik dan Internasionalisasi, Friska Natalia.
 
Kolaborasi ini juga diharapkan bisa melibatkan keempat fakultas di UMN dan memberikan peluang yang lebih global baik untuk mahasiswa maupun dosen UMN. Friska berharap lewat peresmian kolaborasi ini UMN bisa semakin dikenal secara global dan bagaimana UMN terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikannya.
 
Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi dan Keberlanjutan, Florentina Kurniasari, turut membuka peluang kolaborasi pada mitra perguruan tinggi.
 
“UMN sendiri memiliki departemen khusus yang berfokus pada keberlanjutan, kami tidak ingin ilmu maupun riset berhenti pada tahap publikasi saja. Lebih dari itu, kami ingin terus melahirkan pengetahuan hingga riset yang berdampak dan menjawab masalah-masalah
yang ada di masyarakat,” ujar Sari.
 
Sari memaparkan berbagai peluang kolaborasi yang dapat dilaksanakan bersama antara UMN dan mitra perguruan tinggi. Program kolaborasi ini mencakup community outreach, riset inovatif dan berdampak, community empowerment hingga curriculum collaborations. 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA