Ilustrasi. Foto: Freepik
Ilustrasi. Foto: Freepik

Taufik Hidayat Blak-blakan soal Mapel Olahraga di Sekolah: Minim Guru hingga Fasilitas

Ilham Pratama Putra • 31 Agustus 2026 15:24
Ringkasnya gini..
  • Taufik Hidayat menyoroti fasilitas dan kompetensi guru dalam pendidikan olahraga di sekolah.
  • Taufik menilai SD dan SMP menjadi tahap penting membangun fondasi calon atlet.
  • Kemenpora dan Kemendikdasmen bekerja sama memperkuat guru-guru olahraga.
Jakarta: Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) Taufik Hidayat blak-blakan tentang pendidikan olahraga di sekolah. Keterbatasan fasilitas hingga kompetensi guru olahraga menjadi masalah yang harus segera dibenahi.
 
"Memang ada problem. Karena yang sekarang itu kan kebanyakan di sekolah itu SD, SMP, apalagi sekolah negeri, satu fasilitasnya juga kurang," kata Taufik dalam siniar Totalpolitik dikutip Senin 31 Agustus 2026.
 
Tak hanya persoalan fasilitas, Taufik juga menyoroti kualitas dan kompetensi tenaga pengajar olahraga. Ia menilai masih terdapat persoalan terkait pengetahuan guru dalam memberikan pendidikan dan pembinaan olahraga kepada siswa.

"Kedua, guru olahraga ngerangkap guru agama, apa knowledge-nya juga enggak ada," ujar peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 tersebut.
 
Baca juga: 

Tak Hanya Guru, Ini 5 Daftar Peluang Kerja Lulusan Pendidikan Olahraga

 

 
Taufik menegaskan persoalan pendidikan olahraga di sekolah tidak bisa dianggap sepele. Sebab, masa SD dan SMP merupakan periode penting dalam membangun fondasi kemampuan fisik dan olahraga seorang anak.
 
Karena itu, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kini menjalin kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas guru olahraga.
 
"Nah sekarang antara Kemenpora dengan Kemendikdasmen ini kita MOU kerja sama penguatan guru-guru olahraga. Karena bahan-bahan olahraga itu kan dari SD, SMP itu," kata Taufik.
 
Ia mengingatkan fondasi pembinaan yang tidak kuat sejak usia sekolah dapat berdampak terhadap perkembangan atlet di masa depan. Bahkan, metode latihan yang keliru sejak awal berpotensi menghasilkan pembinaan yang salah pada tahap berikutnya.
 
"Kalau kita pondasi enggak kuat mana bisa jadi atlet yang bener. Kalau latihannya salah, ke sananya juga akan salah," tegasnya.
 
Bagi Taufik, pembenahan pendidikan olahraga sejak sekolah menjadi bagian penting jika Indonesia ingin membangun sistem pembinaan atlet yang kuat. Sebab, tanpa fondasi yang benar sejak usia dini, proses melahirkan atlet berprestasi akan menghadapi persoalan di tahap selanjutnya.
 
Baca juga: 

Erick Thohir Teken MoU dengan Kemendikdasmen untuk Perkuat Pembinaan Olahraga Pelajar

 

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan