Plt Dirjen Dikti Kemendikbud, Nizam. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama.
Plt Dirjen Dikti Kemendikbud, Nizam. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama.

'Mahasiswa Mengajar' Diintegrasikan dengan Kampus Merdeka

Pendidikan Pendidikan Tinggi Kebijakan pendidikan Kampus Merdeka
Ilham Pratama Putra • 19 Februari 2020 14:09
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mewacanakan program Mahasiswa Mengajar dalam waktu dekat. Program ini akan diselaraskan sebagai bagian dari kebijakan Kampus Merdeka yang diluncurkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim beberapa waktu lalu.
 
Pihak Kemendikbud berharap Mahasiswa Mengajar akan menjadi penunjang kemajuan desa, karena para mahasiswa rencananya diturunkan di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Tidak hanya itu, Mahasiswa Mengajar ini juga diperuntukkan bagi mahasiswa yang kuliah di Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LPTK).
 
Plt. Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti), Nizam mengatakan, program itu untuk daerah 3T itu akan diharmonisasikan dengan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal. Nizam menyebut, program tersebut membuat masyarakat di desa mendapat intelektual muda, beserta dosennya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mahasiswa dan dosen juga bakal memberikan ilmu kepada masyarakat selama di desa. Sebab, mahasiswa juga diberikan kesempatan mengajar di desa tersebut.
 
"Di daerah itu bisa kita sinergikan juga dengan program yang membangun desa tadi. Jadi ada SD, SMP, SMA, SMK itu bisa sekaligus untuk menjadi guru," tambah Nizam, di Jakarta, Selasa 18 Februari 2020.
 
Tak hanya mahasiswa yang mesti terjun langsung. Pihak desa pun boleh mengajukan permintaan mahasiswa untuk datang ke desa mereka.
 
"Misal ada permintaan dari satu kabupaten. Dia merasa SD saya ini kekurangan guru, misal matematika tidak ada,yadiminta. Kampusnya? Bisa yang terdekat untuk nanti program Merdeka Belajar," ungkapnya.
 
Nizam juga memastikan, program ini tak bakal menghalangi kegiatan akademis mahasiswa di kampus. "Ini dihitung sebagai kuliahnya, jadi SKS-nya tidak hilang," tegas guru besar UGM ini.
 
Hadirnya mahasiswa di desa, kata Nizam, diharapkan akan membuat aliran dana desa lebih efektif. "Dengan hadirnya mahasiswa selama enam bulan sampai satu tahun ini, diharapkan bisa mengawal pemanfaatan dana desa lebih efektif, tak hanya infrastruktur, tapi juga pengembangan masa panen, pengembangan pemberdayaan masyarakat untuk kesehatan, ekonomi mikro," kata Nizam.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif