Pengamat Pendidikan dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Itje Chodidjah. Foto:  Medcom.id/Intan Yunelia
Pengamat Pendidikan dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Itje Chodidjah. Foto: Medcom.id/Intan Yunelia

Organisasi Penggerak

Proposal yang Peduli Kualitas Guru Layak Diprioritaskan

Pendidikan guru Kebijakan pendidikan Merdeka Belajar
Ilham Pratama Putra • 10 Maret 2020 20:48
Jakarta: Pengamat Pendidikan dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Itje Chodidjah menyebut, relawan maupun organisasi masyarakat (ormas) yang mendaftar menjadi Organisasi Penggerak harus memprioritaskan pada program-program peningkatan kualitas guru. Proposal yang bakal dikirimkan harus menyangkut kebutuhan guru.
 
"Ketika proposalnya menyangkut pada kebutuhan guru yang ada di sana, saya rasa itu harus masuk di dalam kriteria pemerintah untuk menerima organisasi tersebut," kata Itje dalam Taklimat Media Organisasi Penggerak, di Gedung Kemendikbud, Selasa, 10 Maret 2020.
 
Baca juga:Organisasi Penggerak dan MGMP Diminta Berkolaborasi

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, seluruh kegiatan guru mesti mendapat perhatian dan dukungan. Karena, apa yang dikerjakan guru sangat berpengaruh kepada kualitas siswa di sekolah.
 
"Bahwa kegiatan programnya berhubung dengan program sekolah dan peningkatan kualitas siswa melalui gurunya," lanjut Itje.
 
Lebih lanjut, Itje meminta Organisasi penggerak juga mampu membaca kebutuhan sekolah. Agar program yang akan dijalankan juga sesuai harapan dan kebutuhan sekolah.
 
"Jangan sampai dia punya program apa, di sekolah butuh apa, nanti enggak efisien uang yang diberikan negara," kata dia.
 
Baca juga:Kemendikbud Luncurkan Merdeka Belajar Episode Organisasi Penggerak
 
Selain itu pemahaman karakteristik daerah sekolah juga diperlukan. Perlu pendataan yang matang saat Organisasi Penggerak sebelum masuk ke sekolah.
 
"Jadi organisasi penggerak yang akan praktik ke lapangan harus melakukan survei atau uji lapangan dulu sebelum dia melakukan sesuatu. Jangan sampai ketika sudah mendapat sumbangan, tetapi ketika diterapkan, tidak cocok," pungkas Itje.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif