Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Pokja Genetik UGM Minta Masyarakat Tak Anggap Enteng Omicron

Pendidikan covid-19 UGM Omicron
Citra Larasati • 27 Januari 2022 21:58
Jakarta:  Ketua Pokja Genetik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM, Gunadi meminta masyarakat untuk tidak menganggap enteng dan tetap mewaspadai penularan covid-19 varian omicron. Meskipun infeksi varian ini menunujukkan gejala umum yang tidak berat, namun bukan berarti ringan.
 
“Omicron ini gejala umumnya tidak berat, tetapi tidak jinak. Jika kena yang rentan bisa menjadi berat,” jelasnya dikutip dari laman UGM, Kamis, 27 Januari 2022.
 
Ia menyebutkan, varian omicron telah menyebabkan kenaikan okupansi rumah sakit dan ICU di Amerika Serikat dan negara-negara maju. Kondisi ini patut diwaspadai oleh pemerintah dan seluruh elemen masyarakat di Tanah Air.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain memiliki kemampuan penyebaran yang cukup tinggi, varian Omicron disebutkan Gunadi juga mampu mengelabuhi sistem imun tubuh. Varian ini mampu menurunkan kadar antibodi dalam tubuh baik setelah vaksinasi maupun mereka yang pernah menjadi penyintas.
 
“Jangan sampai karena menganggap kurang berat jadi kurang waspada. Varian Omicron memiliki transmisi 70 kali lebih cepat dari varian Delta. Jika mengenai orang di sekitar kita itu menjadi lebih berat terutama pada lansia, komorbid dan mereka yang belum mendapatkan vaksin atau belum divaksin karena alasan kesehatan,” urainya.
 
Baca juga:  343 Peneliti UGM Masuk Daftar Ilmuwan Top Dunia 2022
 
Oleh sebab itu, Gunadi kembali mengimbau masyarakat untuk terus waspada dengan menerapkan protokol kesehatan, melakukan vaksin hingga dua dosis dan booster untuk meningkatkan antibodi Covid-19. Langkah-langkah tersebut penting dilakukan tidak hanya sebagai upaya perlindungan diri, tetapi juga melindungi masyarakat yang masuk kelompok rentan.

Kasus Anak Meningkat

Gunadi mengatakan kasus covid-19 pada anak akibat varian Omicron meningkat di beberapa negara. Namun demikian, perlu adanya penelitian lebih mendalam terhadap fatalitas yang ditimbulkan oleh varian baru ini.
 
“Karena data masih minimal yang bisa dilakukan kita semua termasuk pemerintah adalah melakukan vaksinasi pada anak. Harapannya anak di bawah usia 6 tahun, tapi ini masih menunggu WHO semoga bisa segera approve untuk kelompok ini,” katanya.
 
Ia menyebutkan adanya populasi yang belum tervaksin menjadi sisi rentan. Populasi ini menjadi titik di mana virus bersirkulasi. Apabila virus semakin sering bersirkulasi di masyarakat maka semakin besar peluang timbulnya mutasi-mutasi baru virus korona.
 
“Ini terjadi pada omicron dan delta di mana virus bersirkulasi cepat maka timbul mutasi baru,” terangnya.

 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif