Pakar industri media massa asal Universitas Airlangga (UNAIR), Dr Suko Widodo MSi. Foto: Dok. Unair
Pakar industri media massa asal Universitas Airlangga (UNAIR), Dr Suko Widodo MSi. Foto: Dok. Unair

Pakar Unair: Perpindahan TV Analog ke Digital Bakal Buka Banyak Peluang Karier

Pendidikan karier televisi digital UNAIR
Citra Larasati • 19 April 2022 13:47
Jakarta:  Kebijakan migrasi Televisi Analog ke Televisi Digital akan segera dilaksanakan di Indonesia. Hal ini tentunya berimbas langsung terhadap industri media yang masih menggunakan frekuensi analog sebagai sarana transmisinya.
 
Pakar industri media massa asal Universitas Airlangga (UNAIR), Dr Suko Widodo MSi menilai perpindahan TV Analog merupakan sebuah keniscayaan dalam dunia masa kini yang serba modern. “Migrasi analog ke digital adalah keniscayaan sejarah, karena hadirnya teknologi baru. Selain karena perubahan ke arah yang lebih baik, juga agar tidak ketinggalan zaman,” sebutnya, dikutip dari laman Unair, Selasa, 19 April 2022.
 
Melalui program Analog Switch Off (ASO), seluruh TV Analog akan dimatikan dan berpindah ke TV Digital dimulai bertahap tanggal 30 April mendatang. Dengan adanya program itu, otomatis akan berdampak kepada industri media yang saat ini berada pada jalur analog.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Secara riil, industri media analog dapat merasa keberatan. Baik dari sisi izin, teknologi, dan keterbatasan data untuk pengalihan,” sebutnya.
 
Kondisi itu merupakan dilema tersendiri bagi dunia industri media. Namun, untuk mengatasinya, Suko menyarankan solusi berupa bantuan pemerintah bagi stasiun TV yang belum siap untuk berpindah.
 
“Tugas penting bagi pemerintah, adalah agar industri TV Analog sekarang tidak merasa sulit untuk menyesuaikan perpindahan menuju digitalisasi,” sebut anggota Dewan Pendidikan Jawa Timur 2022 tersebut.
 
Suko menganalogikan jaringan analog sebagai lahan yang ditumbuhi oleh padi, sedangkan jaringan digital sebagai lahan padi yang memiliki luas sama namun bertumpuk ke atas. “Jadi selain bisa memuat lebih banyak, gambar dan suara digital memiliki kualitas yang lebih baik ketimbang memakai jaringan analog,” jelasnya.
 
Selain efektivitas, pengalihan itu juga membuka peluang bisnis yang besar. “Dengan terbukanya kesempatan-kesempatan dalam berbisnis di media, maka akan menciptakan ratusan ribu tenaga kerja, dan juga menghasilkan pajak yang dapat menambah devisa negara,” lanjutnya.
 
Baca juga:  Bioteknologi Unika Atma Jaya Raih Pengakuan ASEAN
 
Persaingan yang ketat antara pemilik bisnis media, juga akan mendorong variasi, inovasi serta kreativitas dari penyelenggara TV. “Karena kreativitas sejatinya menjadi modal bagi sumber daya manusia untuk meniti karier di dunia digital, dengan begitu bisa menghasilkan tayangan-tayangan inovatif,” sebutnya.
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif