Mendikbud Nadiem Makarim (kanan) dan Menko PMK, Muhadjir Effendy (kiri) usai Salat Jumat Bersama. Foto: Kemendikbud/BKLM
Mendikbud Nadiem Makarim (kanan) dan Menko PMK, Muhadjir Effendy (kiri) usai Salat Jumat Bersama. Foto: Kemendikbud/BKLM

Nadiem Berkenalan, Muhadjir Pamit ke Jemaah Masjid Kemendikbud

Pendidikan Kabinet Jokowi-Maruf
Intan Yunelia • 25 Oktober 2019 14:37
Jakarta:Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim dan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy menunaikan Salat Jumat bersama di Masjid Baitut Tholobin, Kemendikbud, Jakarta.
 
Ditemui usai Salat Jumat, Muhadjir mengaku kehadirannya saat Salat jumat salah satunya untuk melepas kangen sekaligus berpamitan dengan jemaah masjid Kemendikbud. Ia juga berpesan kepada Nadiem agar bisa menjalin komunikasi yang baik dengan seluruh pegawai Kemendikbud termasuk jemaah masjid.
 
Kankita punya tradisi menteri baru harus perkenalan di jemaah masjid. Saya karena dulu begitu, sekarang pamit,” kata Muhadjirusai menunaikan salat jumat, di Masjid Baitut Tholibin, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat, 25 Oktober 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu Nadiem kepada wartawan yang menunggunya hanya mengatakan dirinya sangat optimistis menghadapi tantangan dan tugas baru di Kemendikbud. Untuk diketahui, selama tiga hari pertama kerjanya diisi Nadiem dengan berkenalan dan menggelar rapat internal bersama jajaran pimpinan Kemendikbud.
 
Rapat tersebut dihadiri oleh sejumlah dirjen, direktur serta kepala badan di bawah kewenangan Kemendikbud. "(Hari Pertama) Baik sekali. Luar biasa. (Hasil rapat dengan) berbagai macam badan, berbagai macam dirjen, saya sangat optimis, sangatexcited. Banyak sekali tugas, berat sekali tantangannya tapi saya optimis,” kata Nadiem
 
Nadiem mengatakan, di awal masa jabatannya sebagai mendikbud, ia memiliki pekerjaan rumah yang tak sedikit. Namun ia mengaku optimistis, tantangan tersebut dapat dituntaskan untuk menuju pendidikan berkualitas ke depannya.
 
Ketika ditanya mengenai masa transisi kembalinya pendidikan tinggi ke Kemendikbud, Mantan CEO Gojek Indonesia ini juga yakin transisi dapat terlewati dengan baik. Sehingga dapat mencapai perubahan yang lebih baik untuk pendidikan Indonesia.
 
“(Transisi) Itu harus dilakukan agar strateginya terpadu antara seluruh institusi pendidikan,” ujar Nadiem.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif