Menristekdikti, Mohamad Nasir, Kemenristekdikti/Humas.
Menristekdikti, Mohamad Nasir, Kemenristekdikti/Humas.

Menristekdikti: Ganti Mobil Dinas Baru Hal Normal

Pendidikan Mobil Dinas Menteri
Antara • 29 Agustus 2019 16:16
Denpasar: Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, menganggap penggantian mobil dinas baru adalah suatu hal yang wajar. Apabila mobil dinas itu telah melebihi batasan penggunaan, maka dianggap tidak ideal lagi untuk digunakan.
 
"Saya rasa mobil operasional yang paling ideal itu digunakan umurnya maksimum lima tahun, kebetulan mobil dinas yang saya pakai usianya sudah sembilan tahun, berarti kalau dalam
operasional maksimal lima tahun, dan ini sudah sembilan tahun berarti tidak ideal lagi, saya rasa ganti itu lebih baik," kata Nasir, dikutip dari Antara, Kamis, 29 Agustus 2019.
 
Menurutnya, pengalaman akibat penggunaan mobil yang usianya di atas lima tahun rusak adalah hal yang wajar. Keadaan mobil yang tiba-tiba mogok di jalan, juga terbilang normal karena kondisi mobil yang tua.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pengalaman pakai mobil di atas lima tahun lalu rusak itu wajar, apalagi pada suatu saat berhenti di jalan itu normal lah karena sudah tua, kalau kita paksakan lari dalam satu hari lari 100 km kan juga merasa capek, nah ini juga adalah hal yang sama," jelasnya.
 
Adanya batas pemakaian mobil, menjadi standar ideal penggunaan. Penggunaan lebih dari batas waktu pemakaian juga akan membuat mobil memerlukan perawatan ekstra untuk mengimbangi menurunnya kinerja suku cadang.
 
Terlebih lagi itu juga akan mempengaruhi aspek keselamatan daripengendara. "Idealnya sih memang lima tahun, tapi karena ini sudah lebih jadi Presiden mengadakan pembaruan ini. Hal ini bagus," ujarnya.
 
Penggantian jenis mobil dinas baru Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak berubah dari yang sebelumnya yakni produksi Jerman Mercedes-Benz seri S600 Pullman Guard. Sementara itu, mobil dinas yang lama tetap akan digunakan untuk cadangan operasional kegiatan presiden dan wakil presiden.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif