Ilustrasi.  Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Gonzaga Berkeras, Ogah Akomodir Tuntutan Orang Tua Penggugat

Pendidikan Gugatan Gonzaga
Jufriansyah • 20 November 2019 12:56
Jakarta: Pihak SMA Kolese Gonzaga tetap pada pendiriannya, tidak akan memenuhi semua gugatan Yustina Supatmi, orang tua siswa yang tinggal kelas. Pernyataan itu ditegaskan Kuasa Hukum SMA Kolese Gonzaga usai sidang mediasi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 19 November 2019.
 
"Oh pasti tidak ada. Satu pun dari tuntutan mereka tidak akan kami akomodir kok," kata Kuasa Hukum SMA Kolese Gonzaga, Edi Danggur, usai sidang tertutup yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Ragunan.
 
Edi juga mengaku, dalam persidangan mediasi hari ini pihaknya sebagai kuasa hukum SMA Gonzaga diminta untuk menyusun draf perdamaian dengan pihak penggugat. "Makanya tadi dalam rapat itu disepakati oleh pengacara penggugat oleh prinsipal yaitu penggugat sendiri dan juga oleh dinas (Dinas Pendidikan) supaya Pak Edi dari kuasa gonzaga yang akan konsepkan dan dibagikan kepada mereka," kata Edi

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Edi mengklaim, draf perdamain yang ia susun jika disetujui akan ditandatangani oleh semua pihak di depan majelis hakim pada persidangan mediasi yang digelar Kamis 21 November 2019. "Kalo setuju oke ditandatangani hari Kamis di depan pak hakim, Jam 9-10 lah. Mungkin lebih cepat juga begitu," ujar Edi
 
Sebelumnya diketahui, Yustina menggugat sejumlah pihak yakni kepala sekolah SMA Kolese Gonzaga, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, guru sekolah, hingga Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Berdasarkan Sistem Informasi Penelusuran Perkara Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (sipp.pn-jakartaselatan.go.id) gugatan tersebut terdaftar dengan nomor perkara 833/Pdt.G/2019/PN JKT.SEL.
 
Gugatan tersebut perihal anak tergugat berinisial BB yang terpaksa tinggal kelas. Dalam petitumnya, Yustina meminta majelis hakim menuntut dan mengabulkan gugatan seluruhnya, menyatakan bahwa para tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum.
 
Menyatakan keputusan para tergugat bahwa anak penggugat (BB) tidak berhak melanjutkan proses belajar ke jenjang kelas 12 SMA Kolese Gonzaga adalah cacat hukum. Menyatakan anak penggugat memenuhi syarat dan berhak untuk melanjutkan proses belajar ke jenjang kelas 12 di SMA Kolese Gonzaga.
 
Yustina juga menuntut pihak sekolah untuk membayar ganti rugi secara tanggung renteng yakni ganti rugi materil sebesar Rp. 51.683.000, ganti rugi immateril sebesar Rp.500.000.000.
 
Lalu penggugat juga meminta hakim menyatakan sah dan berharga sita jaminan terhadap aset
para tergugat berupa tanah dan bangunan Sekolah Kolese Gonzaga Jalan Pejaten Barat 10A, Kelurahan Ragunan, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, dan atau harta kekayaan para tergugat lainnya baik benda bergerak dan atau benda tidak bergerak lainnya yang akan disebutkan kemudian oleh penggugat.
 
Selanjutnya, menghukum turut tergugat untuk tunduk dan patuh terhadap putusan perkara ini. Dan menghukum para tergugat untuk membayar seluruh biaya perkara yang timbul dalam perkara ini.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif