Pemetaan Zona Pendaftaran Siswa Baru Masih Perlu Disosialisasikan

Husen Miftahudin 29 Desember 2017 15:35 WIB
pendidikan
Pemetaan Zona Pendaftaran Siswa Baru Masih Perlu Disosialisasikan
Sekretariat Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Heru Purnomo, Medcom.id - Husen Miftahudin
Jakarta: Pemerintah perlu melakukan pemetaan sebelum meningkatkan kualitas pendidikan. Sebab ketersediaan sekolah negeri di wilayah kecamatan hingga desa tidak sama.

Menurut Sekretariat Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Heru Purnomo, pemerintah perlu memiliki data dan pemetaan sebelum membagi pendaftaran siswa baru dengan sistem zonasi. Sistem itu mewajibkan warga mendaftarkan anak-anak mereka di sekolah yang berlokasi dekat dengan domisili.


"Seharusnya pemerintah pusat melakukan sosialisasi dengan waktu yang cukup atau jauh-jauh hari yang melibatkan seluruh kepala dinas se-Indonesia, baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi untuk mempersiapkan pelaksanaan sistem zonasi," kata Heru saat ditemui di Gedung LBH Jakarta. Heru juga menyoroti kekerasan yang terjadi di sekolah. Menurut Heru, guru dan kepala sekolah masih gagap menghadapi kekerasan di sekolah. Padahal, merekalah yang memiliki peran penting untuk tumbuh kembang anak-anak di lingkungan sekolah. 

Heru menyarankan pemerintah mempercepat sosialisasi program sekolah ramah anak-anak. Program itu menerapkan konsep untuk memenuhi hak anak-anak mendapatkan perlindungan selama di sekolah.

Beberapa tujuan program tersebut yaitu mencegah kekerasan pada anak dan warga sekolah. Konsep itu juga menghindarkan anak-anak dari pengaruh kecanduan rokok dan obat-obatan terlarang.

"Selanjutnya, pemerintah perlu memperkaya program literasi. Jadi tak sekedar program bernuansa formal," ungkap Heru.

Saat ini, lanjut Heru, pemerintah menggalakkan program literasi sekolah. Bukan hanya anak, guru pun perlu mendapatkan dan membaca buku-buku yang berkualitas. Sehingga guru-guru terdorong untuk menularkan tradisi membaca pada para siswa.

Apapun kebijakan pemerintah, harap Heru, tak merugikan guru. Sebab guru merupakan tokoh penting untuk mencetak generasi muda yang berkualitas.

Pemerintah juga perlu memerhatikan guru dan kebutuhan mereka di dunia pendidikan. Seperti tunjangan profesi.

"Dengan ini kami berharap kualitas dan perbaikan pendidikan kita menjadi lebih terwujud di tahun depan," tutup Heru.



(RRN)